Aldi dan Kroger Bergerak Lebih Dulu: Diskon Ritel Grosir AS Mulai Membebani Supplier
Aldi memotong harga fresh food senilai USD 86 juta hingga 3 November, sementara Kroger menarik produk Boar's Head dan Red Bull dari raknya pekan ini karena sengketa harga dengan supplier.

Rabu pekan ini, Aldi mengumumkan diskon sekitar USD 86 juta untuk kategori fresh food — daging, buah, dan sayur segar — yang berlaku sampai 3 November. Peritel diskon asal Jerman ini juga menyebut sepertiga dari assortment-nya, yakni jajaran produk yang mereka jual di rak, sudah dipatok lebih murah dibanding tahun lalu.
Di pekan yang sama, Kroger menarik produk Boar's Head dan Red Bull dari sebagian gerainya. Menurut laporan Bloomberg yang dikutip Business Insider, penarikan ini dipicu sengketa harga: Kroger keberatan dengan kenaikan harga yang diminta kedua supplier tersebut.
Dua kejadian ini berlangsung sebelum kenaikan harga pangan benar-benar terlihat di data resmi Amerika Serikat. Pertanyaannya bukan kenapa peritel memotong harga saat inflasi sudah menekan — itu sudah biasa — melainkan kenapa mereka memotong harga lebih dulu, dan siapa yang akhirnya menanggung selisihnya.
Diskon yang Datang Sebelum Kenaikan Harga Terlihat
Menurut Business Insider, konflik di Iran dan kenaikan biaya energi serta transportasi sedang menekan anggaran rumah tangga Amerika, tapi lonjakan harga pangan belum tercermin di data. Peritel grosir memilih bergerak lebih dulu ketimbang menunggu keluhan konsumen. Costco, misalnya, kembali menonjolkan penurunan harga di laporan kuartalannya — kali ini untuk walnut, kopi, dan lada hitam. CEO Costco Ron Vachris mengatakan perusahaannya "bekerja sama dengan vendor dalam menghadapi kenaikan harga komoditas ini dan berusaha menekan harga semaksimal mungkin, dan ini jadi fokus berkelanjutan bagi semua buyer kami dalam mencari cara menurunkan harga." Walmart sudah memulai pola serupa musim panas lalu lewat pemotongan harga 250 item untuk merayakan 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat — bagian kecil dari lebih 11.000 diskon yang menurut CEO Walmart US Dave Guggina berlaku sepanjang tahun ini. Awal bulan ini, di konferensi ritel Goldman Sachs, Guggina bilang tugas Walmart sekarang adalah "bekerja sama dengan supplier kami dan mengubah rollback yang sedang kami jalankan menjadi harga rendah harian untuk pelanggan kami, supaya mereka bisa merasakannya di paruh kedua tahun ini."
Kroger Menarik Boar's Head dan Red Bull dari Rak
Kalau Aldi, Costco, dan Walmart memilih jalur memotong harga sambil merangkul supplier, Kroger memilih konfrontasi langsung. Penarikan Boar's Head dan Red Bull dari sebagian gerai bukan keputusan logistik biasa — Bloomberg melaporkan ini murni soal harga yang dianggap Kroger terlalu tinggi. Langkah ini menunjukkan sesuatu yang tidak selalu terlihat dari luar: komitmen peritel pada harga murah untuk konsumen butuh kompensasi dari suatu tempat, dan salah satu tempat termudah untuk mencarinya adalah harga beli dari supplier. Materi yang tersedia tidak menyebutkan berapa lama sengketa ini sudah berlangsung atau bagaimana ujungnya, jadi belum bisa dipastikan apakah produk-produk itu akan kembali ke rak Kroger atau tidak.
Harga yang Sama di Online dan Toko Fisik Jadi Alat Bersaing
Kamis pekan ini, Instacart mengumumkan bahwa sejumlah rantai grosir AS — Bashas, Fareway, Grocery Outlet, Raley's, dan Super King Markets — bergabung dengan program "no markups" milik platform tersebut, yang memastikan pembeli online mendapat harga dan promo yang sama seperti pembeli di toko fisik. CEO Instacart Chris Rogers mengatakan di konferensi Groceryshop, "Pelanggan sedang condong ke value, dan secara online, itu sering berarti peritel yang tidak menaikkan harga." Rogers juga mengklaim peritel yang tidak menaikkan harga online tumbuh sekitar 10 poin persentase lebih cepat di Instacart dibanding peritel yang mematok harga online lebih tinggi dari toko untuk barang yang sama — klaim ini datang dari platform yang berkepentingan langsung, dan belum ada angka pembanding independen di materi yang tersedia. Costco, sebagai catatan, tidak ikut program no-markup Instacart ini.
Bagi brand yang menitipkan produk di rak ritel atau marketplace, pola minggu ini di Amerika Serikat menunjukkan sesuatu yang lebih tajam dari sekadar kalender promo musiman. Ketika peritel besar memilih memotong harga lebih dulu, sebelum data inflasi resmi mengonfirmasi kenaikan biaya, mereka butuh ruang margin dari suatu tempat — dan kasus Kroger dengan Boar's Head serta Red Bull memperlihatkan bahwa negosiasi harga dengan supplier bisa berubah jadi penarikan produk dari rak, bukan sekadar tawar-menawar di meja.
Klaim Instacart soal pertumbuhan 10 poin persentase juga layak dibaca hati-hati: itu argumen dari platform yang sedang menjual programnya sendiri ke lebih banyak retailer, bukan riset independen. Tapi arahnya konsisten dengan pola yang sama — parity harga online-offline sedang jadi variabel kompetitif, bukan fitur tambahan.
Semua ini pola pasar Amerika Serikat, dari satu minggu pemberitaan. Yang belum terjawab dari materi yang ada: apakah dinamika serupa — peritel memotong harga duluan lalu menekan supplier untuk menutup selisihnya — juga mulai terlihat di minimarket atau marketplace Indonesia saat biaya logistik dan bahan baku naik bersamaan.