BOOX Media
BOOX PULSE Kisah Brand

Cimol Bojot AA Tembus 500 Gerai Tanpa Franchise atau Investor

Cimol Bojot AA membangun lebih dari 500 gerai tanpa investor atau franchise, dimulai dari modal menjual cincin nikah saat pandemi. Yang membuatnya bisa berlipat ganda adalah sistem gerai yang bisa dijalankan siapa saja, dari produksi terpusat sampai standar rasa.

Satu gerobak jajanan menyala hangat di depan deretan gerobak identik yang tersusun dalam grid rapi menuju kejauhan, masing-masing terhubung oleh satu garis suplai tipis dari gerobak pertama, dengan latar navy gelap dan ruang kosong luas di sekitarnya.
Satu sumber, ratusan replika: sistem gerai yang berjalan tanpa mitra eksternal. Ilustrasi konseptual: BOOX Media, dibuat dengan bantuan AI

Taufik Rustiadi menjual cincin pernikahannya sendiri pada 2020, saat bisnis fashion yang ia jalankan bersama rekannya, Syahid, ikut terpukul pandemi Covid-19. Uang itu jadi modal untuk mencoba peluang baru: jajanan berbahan aci yang dijual dari gerobak di Bandung.

Enam tahun kemudian, gerobak itu sudah menjadi jaringan bernama Cimol Bojot AA dengan sekitar 500 titik penjualan di berbagai kota dan sekitar 1.200 karyawan, menurut penjelasan Taufik dalam konferensi pers TikTok Food Fest 2026 di Menteng, Jakarta Pusat, pada 15 September lalu. Semua dikelola sendiri oleh dia dan Syahid sebagai founder, tanpa memakai sistem franchise atau investor.

Cimol sendiri bukan barang baru. Jajanan aci ini sudah lama dijual di gerobak-gerobak jalanan dengan harga murah dan margin kecil per porsi. Yang belum umum adalah gerobak semacam itu berkembang jadi ratusan titik penjualan tanpa modal dari investor atau sistem franchise.

Dari Ngobrol dengan Pedagang ke Cimol Isian Keju

Sebelum serius jualan cimol, Taufik terbiasa mengamati pedagang-pedagang di sekitar rumahnya. 'Saya itu orangnya suka ngobrol sama pedagang-pedagang,' katanya. Dari obrolan itu, ia melihat usaha gerobakan bisa berkembang kalau dikelola serius. Taufik dan Syahid lalu memilih cimol karena melihat ruang untuk berinovasi masih luas. 'Cimol banyak, tapi kayaknya yang bisa diinovasikan lebih banyak itu cimol,' ujar Taufik. Produk pertama yang mereka kembangkan diberi nama Cimol Bojot, sebelum berkembang jadi variasi isian sapi, ayam, hingga sajian dengan kuah keju, lengkap dengan saus, sambal, dan bumbu tabur sendiri. Standar rasa itu tumbuh dari eksperimen isian dan bumbu yang sengaja dibuat variatif sejak awal - dasar yang nantinya memudahkan standardisasi ke ratusan gerai.

Viral Dua Kali, Ekspansi Baru Terjadi Sekali

Cimol Bojot AA pertama kali viral lewat konten kreator lokal pada 2022. Tim Taufik belum siap menghadapi lonjakan permintaan saat itu, sehingga mereka memilih menahan ekspansi dan fokus membenahi SOP, operasional, serta produksi terlebih dahulu. Dua tahun berikutnya, giliran TikTok yang membuat Cimol Bojot AA ramai lagi. 'Akhirnya pas 2024 viral, kita udah kebayang, kita banyak ditunggu nih sama customer-customer di luar sana,' kata Taufik. Kali ini ekspansi masif berjalan sepanjang 2025. Jakarta jadi salah satu kota yang dibidik lebih dulu. Saat gerai pertama dibuka di sana, antreannya sampai sekitar tiga jam - jarak dua tahun sejak viral pertama pada 2022 dipakai untuk membenahi SOP, operasional, dan produksi lebih dulu.

Kenapa Jajanan Recehan Bisa Menggaji 1.200 Orang?

Cimol dijual dengan harga murah, dan margin per porsi jajanan seperti ini biasanya kecil. Materi yang tersedia tidak menyebutkan angka margin Cimol Bojot AA secara spesifik, tapi polanya lazim di bisnis jajanan aci: keuntungan datang dari volume dan perputaran yang cepat, bukan dari harga tinggi tiap porsi. Untuk menopang volume itu di 500 titik penjualan, produksi tetap dipusatkan di satu tempat: Bandung. Dari sana, cimol dikirim ke hub-hub di berbagai kota sebelum sampai ke gerai - langkah yang menurut Taufik sengaja diambil untuk menjaga kualitas produk tetap sama di mana pun gerainya berada. Sistem produksi terpusat semacam ini butuh tenaga kerja besar untuk menjalankan logistik, pengemasan, dan distribusi hariannya. Itu salah satu alasan kenapa bisnis yang jual jajanan seharga receh ini kini mempekerjakan sekitar 1.200 karyawan.

Pertanyaan yang Belum Terjawab di Balik Angka 500

Menjaga rasa yang sama di 500 titik penjualan bukan pekerjaan kecil, apalagi kalau produksi tetap terpusat di Bandung sementara gerai tersebar di berbagai kota. Materi yang tersedia tidak merinci jarak tempuh dari hub ke gerai paling jauh, atau bagaimana cimol yang sudah digoreng dijaga teksturnya selama pengiriman. Ekspansi secepat ini - dari viral 2024 ke sekitar 500 gerai dalam waktu kurang dari dua tahun - juga memunculkan pertanyaan soal jarak antar gerai. Kalau dua titik penjualan dibuka berdekatan di kota yang sama, potensi keduanya saling merebut pelanggan yang sama jadi nyata, meski Taufik tidak membahas soal ini secara spesifik dalam wawancaranya. Taufik sendiri menegaskan seluruh bisnis dikelola sendiri oleh dia dan Syahid, tanpa franchise maupun investor. Klaim itu berarti kontrol penuh ada di tangan mereka, tapi juga berarti seluruh risiko operasional di 500 titik itu ditanggung oleh struktur internal yang sama, tanpa mitra eksternal yang ikut menanggung.

BOOX PERSPECTIVE

Keputusan paling menentukan dalam perjalanan Cimol Bojot AA terjadi setelah viral pertama pada 2022: Taufik dan Syahid menahan diri, tidak langsung membuka banyak gerai, dan memilih membenahi SOP serta produksi selama dua tahun. Kebanyakan bisnis jajanan yang mendadak viral justru buru-buru ekspansi selagi momentumnya masih ada.

Begitu sistemnya siap pada 2024, ekspansi ke 500 titik penjualan berjalan cepat karena yang direplikasi bukan racikan satu orang, melainkan urutan kerja yang sudah dilatih: produksi terpusat di Bandung, distribusi lewat hub, dan standar isian serta bumbu yang sama di setiap gerai. Klaim Taufik bahwa seluruh bisnis ini dikelola sendiri tanpa investor maupun franchise jadi masuk akal dengan pola kerja seperti itu, sebab yang dijalankan tiap gerai adalah instruksi yang sudah distandardisasi.

Angka 500 gerai dan 1.200 karyawan datang dari penjelasan Taufik sendiri di satu momen konferensi pers, belum dari audit independen. Itu tidak membuat ceritanya kurang berharga sebagai pelajaran skala usaha - hanya perlu diingat bahwa validasi angkanya masih bersandar pada satu sumber.

Sumber & transparansiBerdasarkan laporan Detik Food ↗Fakta merujuk pada sumber tersebut; kesimpulan editorial adalah analisis BOOX.