COPA Jakarta Pajang Menu Wagyu Sebulan Penuh, Dibakar di Atas Kayu dan Arang
Mulai 5 Oktober, COPA di 25hours Hotel Jakarta The Oddbird menyajikan Tajima Australian Wagyu yang dipanggang di atas kayu dan arang lewat menu bertajuk Fire & Wagyu, berlangsung sampai akhir bulan.

Dari 5 hingga 31 Oktober 2026, COPA di 25hours Hotel Jakarta The Oddbird menjalankan menu bertajuk Fire & Wagyu. Dagingnya Tajima Australian Grainfed Wagyu, dimasak di atas kayu dan arang, dan diracik oleh Executive Chef Matias Mardones lewat pendekatan masakan Amerika Latin yang menjadi ciri restoran ini.
Menu tidak berhenti di satu bentuk saja. Selain potongan panggang utuh, Wagyu yang sama muncul lagi sebagai taco, tartare, hingga sosis buatan sendiri — semuanya memakai api dan arang sebagai titik temu.
Tiga Potongan, Tiga Saus
Tamu memilih satu dari tiga potongan: Tajima Wagyu Striploin MB-9, Picanha MB 4-5, atau Rump MB 4-5. Angka MB menunjukkan skor marbling daging — semakin tinggi angkanya, semakin banyak lemak yang menyelip di antara serat otot, dan Striploin di menu ini berada di angka tertinggi, MB-9. Ketiga potongan dipanggang di atas kayu dan arang, lalu disajikan dengan roasted onion, confit tomatoes, dan garlic confit. Rasa akhirnya ditentukan di meja: tamu memilih sendiri dari tiga saus, Criolla, Chimichurri, atau Pebre, tergantung mau tambahan asam, herba segar, atau sedikit pedas.
Taco, Tartare, dan Sosis dari Daging yang Sama
Wagyu Tartare memakai daging cincang tangan dipadukan dengan smoked egg yolk, roasted shallot, black garlic gel, dan pumpkin bread. Wagyu Tacos membawa daging panggang arang itu ke dalam tortilla buatan sendiri, dilengkapi guacamole, pico de gallo, dan habanero salsa. Ada juga Tajima Wagyu Longaniza, sosis buatan sendiri yang mencampur daging sapi Wagyu dengan daging babi, disajikan bersama confit tomatoes, garlic aioli, dan grilled sourdough. Tiga hidangan ini memberi daging yang sama bentuk yang jauh berbeda dari potongan panggang utuh di menu utama.
Asal Daging: Peternakan Australia Sejak 2007
Tajima Australian Grainfed Wagyu diproduksi di Australia sejak 2007, melibatkan jaringan lebih dari 60 peternak di Queensland, New South Wales, Victoria, dan Australia Selatan. Sapi diseleksi dalam beberapa tahap, lalu diberi pakan biji-bijian rata-rata 400 hari dengan ransum berbasis gandum, barley, dan oat lokal. Program produksinya bebas HGP (hormone growth promotant) dan bersertifikat kesejahteraan ternak, mengikuti standar halal dan HACCP, dengan karkas dinilai independen lewat sistem gradasi AUS-MEAT. Materi resmi tidak merinci lebih jauh dari itu soal rantai pasoknya ke Indonesia.
Materi resmi tidak mencantumkan harga untuk satu pun potongan atau hidangan di menu ini, jadi biaya jadi satu-satunya detail yang belum bisa dipastikan pembaca sebelum datang. Yang disebutkan jelas hanya batas waktunya: menu ini berhenti tanggal 31 Oktober 2026, bukan menu reguler.