FDC Dental Clinic Pangkas Waktu Booking Jadi 15 Detik Pakai AI Google Cloud
FDC Dental Clinic mengganti chatbot manual dengan Vertex AI dan Gemini, mengubah proses reservasi yang tadinya sekitar satu jam menjadi 15 detik lewat aplikasi.

FDC Dental Clinic resmi menerapkan Google Cloud AI — Vertex AI dan Gemini — di aplikasi reservasinya. Perubahan ini, menurut perusahaan, memangkas waktu booking dokter gigi dari sekitar satu jam melalui chatbot manual menjadi 15 detik lewat ponsel.
Founder and CEO FDC Dental Clinic, drg. Ita Lestari, MARS, mengumumkan ini bersamaan dengan pembaruan soal jaringan kliniknya. Per 5 Oktober 2026, FDC beroperasi di lebih dari 70 cabang, dengan cabang terbaru dibuka di Bogor Darmaga. Target perusahaan adalah mencapai 100 cabang pada 2026.
Dari Chatbot Manual ke Vertex AI dan Gemini
Sebelum pembaruan ini, pasien yang ingin booking lewat aplikasi FDC harus melalui chatbot manual — proses yang menurut perusahaan memakan waktu sekitar satu jam. Dengan Vertex AI dan Gemini, dua layanan AI milik Google Cloud, perusahaan menyebut proses yang sama kini selesai dalam 15 detik. Aplikasi FDC, menurut drg. Ita, saat ini digunakan oleh lebih dari 2,5 juta pengguna. Perusahaan tidak merinci bagaimana AI ini bekerja di balik layar — apakah menangani penjadwalan, pemilihan cabang, atau keduanya.
70 Cabang, Target 100 pada 2026
"Pertumbuhan FDC bukan hanya mengenai penambahan jumlah jaringan klinik kami yang terbesar saat ini di Indonesia," kata drg. Ita, dikutip Senin (5/10/2026). "Saat ini kami telah memberikan layanan di lebih dari 70 cabang, cabang yang baru dibuka di Bogor Darmaga, dengan target kami memiliki 100 cabang pada tahun 2026." Drg. Ita juga menyebut FDC baru-baru ini diundang ke Google Singapore untuk berbagi pengalaman penerapan teknologi ini di hadapan CEO perusahaan dari Singapura, Jepang, Hong Kong, dan negara lain.
Yang dipotong FDC bukan waktu periksa gigi, tapi waktu menunggu sebelum pasien sampai ke kursi periksa — bagian paling membosankan dari proses, dan paling mudah diselesaikan AI tanpa menyentuh layanan intinya. Materi sumber tidak menyebut apakah efisiensi ini berkontribusi pada rencana ekspansi ke 100 cabang, jadi keduanya sebaiknya dibaca sebagai dua pengumuman terpisah, bukan satu sebab-akibat.