BOOX Media
BOOX NOW Tempat Baru

Gindaco Yokocho Buka di Jakarta, Bawa Konsep Gang Kuliner Jepang ke Dapur Terbuka

Gindaco membuka Gindaco Yokocho di Jakarta, format baru yang mempertemukan pengunjung langsung dengan proses memasak takoyaki, teppanyaki, dan yakitori lewat open kitchen.

IlustrasiIlustrasi tangan juru masak membalik bola takoyaki di cetakan logam berlubang panas, dengan asap tipis dari teppan di latar belakang dapur terbuka
Ilustrasi: Dapur terbuka Gindaco Yokocho menjadikan proses memasak takoyaki bagian dari pengalaman makan, bukan cuma hasil akhirnya. Ilustrasi konseptual: BOOX Media, dibuat dengan bantuan AI berdasarkan referensi visual Gindaco Yokocho Jakarta - konsep open kitchen Gindaco

Pengunjung yang datang ke Gindaco Yokocho tidak hanya memesan di konter dan menunggu nomor dipanggil. Dapur terbuka di tempat ini membuat proses memasak terlihat langsung dari area makan — mulai dari takoyaki yang dibalik satu per satu, teppan yang mengeluarkan asap saat daging diletakkan, hingga yakitori yang dipanggang di atas bara.

Marketing General Manager F&B ID, Sarah Merci, menjelaskan konsep ini saat jumpa pers di Jakarta pada Selasa, 6 Oktober 2026. Menurutnya, format open kitchen dan live cooking — proses memasak yang dilakukan dan disajikan langsung di depan pengunjung, bukan di dapur tertutup — dipilih untuk mengubah suasana makan secara keseluruhan.

"Dari tokonya, ambience terasa berbeda. Lebih hangat, lebih alive. Dari sisi kitchen, bisa dilihat konsep kita itu open kitchen," kata Sarah.

Konsepnya diadaptasi dari yokocho, gang kuliner di Jepang yang mengumpulkan beberapa kedai kecil dalam satu kawasan, dengan pengunjung bisa berpindah dari satu kedai ke kedai lain sambil melihat aktivitas dapur masing-masing. Gindaco Yokocho menerjemahkan format itu ke dalam satu area tertutup di Jakarta, dengan beberapa jenis masakan Jepang disajikan dari dapur yang sama-sama terbuka.

Bukan Cuma Takoyaki, Ada Teppanyaki dan Yakitori

Takoyaki tetap jadi menu utama di Gindaco Yokocho, tapi bukan satu-satunya. Pengunjung juga bisa memesan teppanyaki, yakitori, dan agemono — gorengan ala Jepang yang jadi pilihan camilan atau takeaway. Setiap menu punya cara penyajian berbeda yang sengaja ditonjolkan lewat dapur terbuka. "Untuk teppanyaki pastinya karena dia dimasak langsung di teppan itu aromanya pasti yang kita harapkan ada smokiness-nya. Karena memang benar-benar fresh, benar-benar langsung dimasak di teppan dan langsung disajikan," jelas Sarah. Yakitori dimasak dengan proses serupa — langsung di depan pengunjung — namun menurut Sarah lebih cocok dinikmati sambil santai, dipadukan dengan camilan lain. Agemono digoreng dalam jumlah terbatas dan dibuat ulang begitu stok habis. "Jadi selalu crispy dan fresh," katanya.

Bisa Duduk, Bisa Bawa Pulang

Gindaco Yokocho menerapkan format hybrid: pengunjung bisa makan di tempat atau membawa pulang pesanannya. "Memang secara konsep ini hybrid antara takeaway dan dine-in. Kalau customer buru-buru dan mau quick snack bisa takeaway, tapi kalau mau merasakan experience-nya bisa duduk di dalam," ungkap Sarah. Area makannya berkapasitas sekitar 25 hingga 35 orang — ukuran yang menurut materi sumber membuat suasananya terasa lebih dekat dibandingkan restoran dengan ruang makan besar. Konsep ini terinspirasi dari Gindaco Highball di Jepang, dengan beberapa elemen disesuaikan untuk pasar Indonesia.

Rasa Jepang, Disesuaikan untuk Lidah Lokal

Sebagai bagian dari brand global, Gindaco Yokocho tetap menjaga resep aslinya, tapi melakukan penyesuaian rasa. "Dari sisi resep dan rasa kita harus menjaga originalitas. Tapi dari pengembangan menu, kita ingin bisa adjust the flavor untuk rasa orang Indonesia tanpa menghilangkan originalitasnya," jelas Sarah. Penyesuaian terutama menyentuh seasoning dan flavor, sementara metode memasaknya tetap dipertahankan sesuai standar aslinya. Perubahan komposisi rasa — termasuk gurih dan asin — dilakukan melalui persetujuan pihak principal, pemegang lisensi merek dari Jepang. Untuk harga, yakitori dibanderol mulai Rp15 ribu, sementara menu teppan berada di kisaran Rp60 ribu hingga Rp90 ribu, sudah termasuk nasi dan appetizer.

BOOX NOTE

Detail paling praktis — alamat persis dan jam operasional Gindaco Yokocho — belum tersedia di materi yang kami terima. Pembaca yang berencana datang sebaiknya menunggu konfirmasi lokasi dari kanal resmi brand sebelum berangkat.

Yang bisa dipastikan dari jumpa pers ini: kisaran harga sudah disebutkan dengan jelas, dari yakitori Rp15 ribu hingga paket teppan Rp90 ribu, sehingga pengunjung punya gambaran budget sebelum datang.

Sumber & transparansiBerdasarkan laporan Liputan6 Lifestyle ↗BOOX Media membangun ulang tulisan ini dari fakta yang tersedia; susunan, judul, dan catatan editorial ditulis oleh BOOX.