BOOX Media
BOOX PULSE Kisah Brand

Grab Akuisisi Atome Financial Rp 26 Triliun, Incar Bisnis Kreditnya

Grab membeli 60% saham pengendali Atome Financial senilai Rp 26,36 triliun secara tunai. Transaksi ini menggabungkan layanan transportasi dan pesan-antar Grab dengan portofolio pinjaman konsumen Atome, dan mengubah siapa yang memegang data kredit jutaan pengguna di Asia Tenggara.

Ilustrasi 3D sebuah cincin tipis warna emas-krem yang tertekan turun di satu sisi karena menopang balok padat berwarna navy dan merah pudar bercap-cap bundar berulang, dengan retakan halus di pedestal tepat di bawah titik tekanan.
Beban portofolio kredit Atome kini bertumpu di atas struktur mobilitas Grab yang selama ini ringan dan berfrekuensi tinggi. Ilustrasi konseptual: BOOX Media, dibuat dengan bantuan AI

Rabu, 16 September 2026, Grab Holdings Limited mengumumkan kesepakatan membeli 60% saham pengendali Neuroncredit Pte. Ltd., entitas yang menjalankan Atome Financial, dari induknya Advance Intelligence Group Limited. Nilai transaksinya US$1,49 miliar tunai, setara sekitar Rp26,36 triliun memakai kurs Rp17.693 per dolar AS.

Yang dibeli bukan aplikasi atau tim insinyur, melainkan portofolio pinjaman: layanan Buy Now, Pay Later atau BNPL (skema cicilan tanpa kartu kredit yang dibayar bertahap setelah transaksi), pinjaman tunai konsumen, kartu BNPL, dan pinjaman digital. Seluruhnya akan digabung ke lini jasa keuangan Grab begitu transaksi rampung.

Atome Financial sendiri sudah beroperasi delapan tahun di lima negara — Singapura, Malaysia, Filipina, Indonesia, dan Thailand — dengan 25 juta pengguna yang pernah bertransaksi. Grab, sementara itu, sudah punya pembayaran, bank digital, asuransi, dan pinjaman lewat mitra. Pertanyaannya: kenapa perusahaan yang sudah punya hampir semua lini jasa keuangan ini masih perlu membeli pemain BNPL secara utuh, bukan sekadar bermitra?

Yang Berpindah Tangan Senilai Rp 26,36 Triliun

Menurut keterangan resmi kedua perusahaan, jaringan wilayah dan produk Grab dan Atome dinilai saling melengkapi dengan sedikit tumpang tindih. Grab selama ini fokus memperluas pinjaman bagi mitra pengemudi dan merchant, sementara Atome menggarap opsi pembayaran fleksibel dan pinjaman konsumen ritel. Setelah bergabung, akses pembiayaan ini akan terbuka bagi hampir 54 juta pengguna aktif bulanan Grab, sekaligus membuka jalur ke lebih dari 30.000 merek dalam jaringan Atome. Kedua perusahaan juga berencana berbagi informasi manajemen risiko, praktik regulasi, dan strategi penagihan — langkah yang biasanya baru dilakukan ketika dua bisnis benar-benar melebur operasinya, bukan sekadar bermitra jangka pendek.

Kenapa Kredit Lebih Menarik daripada Kecepatan Antar?

President dan Chief Operating Officer Grab, Alex Hungate, menjelaskan bahwa kemampuan Atome dalam menilai kredit lewat AI untuk jutaan pengguna sekaligus mengelola risikonya akan memperkuat seluruh ekosistem Grab. "Transaksi yang diusulkan ini mempercepat pertumbuhan dan profitabilitas segmen jasa keuangan kami dengan memperdalam kemampuan pinjaman konsumen serta membuka peluang bagi kami untuk melayani jaringan merchant Atome yang besar," katanya, sebagaimana dikutip Liputan6. Secara analisis BOOX, ini konsisten dengan logika super-app: layanan transportasi dan pesan-antar menghasilkan frekuensi pemakaian dan data perilaku harian, tapi marginnya tipis. Kredit konsumen bekerja sebaliknya — frekuensinya lebih jarang, tapi setiap transaksi membawa margin yang jauh lebih tebal. Atome membawa portofolio pinjaman bruto senilai US$1 miliar dengan tingkat tunggakan yang disebut membaik atau stabil di berbagai kelompok peminjam, angka yang menunjukkan bisnis ini sudah berjalan, bukan sekadar prototipe.

Risiko yang Kini Melekat pada Neraca Grab

Grab menyebut lebih dari 70% orang dewasa di Asia Tenggara belum memiliki akses perbankan atau masih kurang terlayani, dan mengklaim akuisisi ini memperluas akses kredit bagi kelompok tersebut. Hungate menambahkan bahwa pada 2025, 68% peminjam dari mitra pengemudi Grab mengakses kredit formal untuk pertama kalinya lewat platform ini, dan setengah dari mereka menyebut alasannya untuk menghindari pemberi pinjaman dengan praktik yang merugikan. Klaim ini datang dari perusahaan sendiri dan layak dicatat sebagai klaim, bukan fakta independen. Yang lebih pasti: begitu portofolio pinjaman Atome masuk ke neraca Grab, risiko yang ditanggung berubah bentuk. Selama ini risiko utama Grab adalah operasional — pengemudi yang batal, pesanan yang terlambat. Dengan buku pinjaman senilai US$1 miliar berpindah tangan, Grab kini juga menanggung risiko kredit: kemungkinan peminjam gagal bayar, langsung memengaruhi keuangan perusahaan, bukan hanya pengalaman pelanggan.

30.000 Merchant Atome Kini Masuk Ekosistem Grab

Bagi merek yang selama ini menerima pembayaran Atome, akuisisi ini berarti opsi BNPL di keranjang belanja mereka kini berada di bawah payung Grab, bukan lagi entitas independen. Secara analisis BOOX, perubahan ini punya dua sisi. Di satu sisi, distribusi merchant bisa meluas lewat 54 juta pengguna aktif bulanan Grab. Di sisi lain, data penilaian kredit dan hubungan pembayaran dengan pelanggan makin terpusat di satu platform — bukan lagi tersebar antara penyedia BNPL dan merchant masing-masing. Siapa yang memegang riwayat kredit dan kebiasaan belanja pelanggan, pada akhirnya, adalah pihak yang punya posisi tawar paling kuat saat merchant menegosiasikan biaya layanan di kemudian hari.

BOOX PERSPECTIVE

Akuisisi ini masuk akal kalau dibaca sebagai koreksi model bisnis, bukan ekspansi geografis. Transportasi dan pesan-antar sudah lama menjadi mesin frekuensi Grab — orang membuka aplikasinya setiap hari — tapi mesin frekuensi bukan mesin margin. Kredit konsumen mengisi celah itu, dan Atome memberi Grab kemampuan itu secara instan lewat portofolio yang sudah teruji, bukan lewat membangun dari nol yang biasanya makan waktu bertahun-tahun.

Yang lebih layak diperhatikan justru bukan angka akuisisinya, melainkan pergeseran tanggung jawab di baliknya. Grab dulu menghubungkan orang ke layanan finansial lewat mitra; sekarang ia menjadi salah satu pihak yang menanggung langsung risiko gagal bayar. Klaim soal memperluas inklusi keuangan bagi 70% orang dewasa yang belum terlayani perbankan itu mulia di atas kertas, tapi keberhasilannya bergantung pada satu hal teknis: apakah model penilaian kredit berbasis AI milik Atome tetap akurat ketika diterapkan ke basis pengguna yang jauh lebih besar dan lebih beragam dari 25 juta penggunanya saat ini.

Ukuran keberhasilan sebenarnya bukan seberapa cepat integrasi ini selesai, melainkan apakah tingkat tunggakan pada portofolio pinjaman bruto US$1 miliar itu tetap stabil setelah masuk ke ekosistem Grab yang jauh lebih besar.

Sumber & transparansiBerdasarkan laporan Liputan6 Bisnis ↗Fakta merujuk pada sumber tersebut; kesimpulan editorial adalah analisis BOOX.