Kembang Goeyang Brings All-Day Peranakan Dining to Sarinah
Restoran baru ini menyajikan masakan Peranakan dalam porsi individual, buka dari sarapan hingga makan malam di lantai dasar Sarinah, Jakarta Pusat.

Kembang Goeyang mulai beroperasi di lantai dasar Sarinah, Jalan M.H. Thamrin No. 11, Jakarta Pusat. Restoran ini dirancang untuk melayani tamu sepanjang hari, buka pukul 10.00 hingga 22.00 setiap hari, dengan jam buka lebih pagi pukul 07.00 setiap Minggu untuk melayani sarapan.
Restoran ini didirikan oleh para pelaku dan pakar kuliner Peranakan, dengan Lily Admodirdjo sebagai sosok utama di baliknya. Kariernya di dunia restoran berlangsung puluhan tahun, mencakup Waroeng Kita, Meradelima, Bunga Rampai, Kembang Goela, Suasana, Kiosk 5, Serasi, Seia, Snupen, dan Palalada. Kini warisan itu dilanjutkan generasi kedua, dipimpin Faizal Admodirdjo sebagai Chairman of the Board dan Carmelita Febiola M. Admodirdjo sebagai Chief Executive Officer.
Nama dari Camilan Tradisional, Interior yang Bermain dengan Warna
Nama Kembang Goeyang diambil dari camilan tradisional yang sudah dikenal lintas generasi, sekaligus merangkum filosofi restoran ini: membawa rasa yang akrab ke meja makan dengan cara yang terasa kontemporer dan mudah didekati. Filosofi itu terlihat di interiornya, yang menafsirkan estetika Peranakan secara lebih ringan lewat dominasi warna putih dan biru, diselingi aksen merah muda, hijau, dan kuning. Detail ini berlanjut sampai ke piring bermotif, sumpit, menu, hingga pilihan perlengkapan meja yang membentuk karakter khas tempat ini.
Menu Porsi Individual, dari Roti Bakar sampai Kopi Susu Gula Aren
Berbeda dari kebiasaan menyantap hidangan Peranakan secara komunal, Kembang Goeyang menyajikan menunya dalam porsi individual sehingga tamu bisa makan sesuai ritme masing-masing. Menu dibagi ke dalam kategori bernama khas seperti Tjemil-Tjemilan, Roti Rotian, Kuah-Kuahan, Nasi-Nasian, Ulek-Ulekan, dan Hidangan Penoetoep. Salah satu andalannya adalah roti bakar bergaya rumahan dengan beberapa pilihan rasa, disandingkan dengan teh tarik dan kopi khas restoran, serta pilihan kontemporer seperti matcha dan es kopi susu gula aren. "Kami sengaja membuat gaya dan penyajiannya berbeda. Kami juga ingin menciptakan tempat yang bisa diterima berbagai generasi — bukan sesuatu yang mengikuti tren sesaat, tapi sesuatu yang terasa pas untuk masa kini," kata Carmelita Febiola M. Admodirdjo.
Jam buka yang lebih panjang khusus hari Minggu, mulai pukul 07.00, membuat Kembang Goeyang bisa jadi opsi sarapan santai di kawasan Thamrin sebelum jam operasional biasa dimulai pukul 10.00 pada hari lain.