Mini Brand Guideline di Buku Step Branding Cuma Berisi Lima Elemen, Bukan Enam
Step 4 dari buku Step Branding, karya David Liusman salah satu pendiri BOOX, membahas dokumen yang menjaga tampilan brand tetap konsisten di berbagai platform — dan contoh yang dipakai bukunya sendiri menunjukkan seberapa sederhana dokumen itu bisa dimulai.

Di Step 4 buku Step Branding — Dari Nama hingga Laris Manis karya David Liusman, salah satu pendiri BOOX, ada dua tabel yang diletakkan berdampingan. Tabel pertama berisi enam elemen yang menurut buku ini idealnya masuk ke dalam brand guideline, yaitu dokumen yang mengatur bagaimana logo, warna, dan gaya bicara brand dipakai secara konsisten di berbagai platform: logo, warna brand, tipografi, tone of voice, visual style, dan aplikasi.
Tabel kedua adalah contohnya sendiri, disebut Mini Brand Guideline. Isinya cuma lima baris: logo, kode warna HEX (kode warna digital) #2F80ED, font Montserrat Bold untuk judul dan Lato Regular untuk isi, tone of voice atau gaya bahasa brand yang digambarkan sebagai 'ramah, solutif, modern', serta gaya visual berupa foto bercahaya natural bertone hangat. Baris aplikasi — cara logo dan warna itu dipakai di kemasan, kartu nama, atau media sosial — tidak muncul di contoh ini.
Selisih satu baris itu kelihatan kecil, tapi memunculkan pertanyaan yang lebih berguna bagi pemilik usaha yang baru mulai memikirkan identitas visualnya: elemen mana yang sebenarnya wajib ada duluan, dan mana yang bisa menyusul.
Konsistensi, Kolaborasi, dan Kepercayaan
Buku ini menyebut tiga alasan brand guideline layak dibuat. Pertama, menjaga konsistensi: setiap elemen visual dan komunikasi mengikuti aturan yang sama, tidak berubah-ubah tergantung siapa yang mengelolanya hari itu. Kedua, memudahkan kolaborasi tim — desainer, tim konten, tim marketing, sampai mitra bisnis, punya arahan yang sama untuk diikuti tanpa harus bertanya ulang setiap kali. Ketiga, meningkatkan kepercayaan: konsumen, menurut buku ini, lebih percaya pada brand yang tampil rapi dan konsisten dibanding yang berubah-ubah setiap kali tampil di platform berbeda.
Enam Elemen yang Disebut Sebagai Isi Ideal
Elemen pertama adalah logo: variasi logo utama, versi monogram, versi hitam putih, aturan penggunaan, area aman, dan latar belakang yang diperbolehkan. Elemen kedua warna brand — warna utama dan sekunder lengkap dengan kode HEX, RGB, atau CMYK, plus penjelasan penggunaannya untuk headline, background, dan tombol. Elemen ketiga tipografi: font utama untuk judul, font pendukung untuk teks isi, serta aturan ukuran dan cara penulisan huruf. Elemen keempat tone of voice: gaya bahasa brand — ramah, edukatif, elegan, atau tegas — lengkap dengan contoh kalimat yang sesuai dan yang tidak. Elemen kelima visual style: referensi gaya fotografi, elemen grafis, ilustrasi, komposisi gambar, dan pencahayaan yang mewakili mood brand. Elemen keenam aplikasi: contoh penggunaan logo dan warna pada kemasan, kartu nama, media sosial, dan website.
Contoh yang Diberikan Sendiri Hanya Memuat Lima
Begitu sampai ke contoh konkret, buku ini tidak memakai keenam elemen itu sekaligus. Mini Brand Guideline yang dicontohkan hanya mengisi logo, warna, font, tone of voice, dan visual — lima dari enam kategori yang disebut ideal sebelumnya. Warna utamanya #2F80ED, warna latarnya #F2F2F2. Fontnya Montserrat Bold untuk judul dan Lato Regular untuk isi. Tone of voice-nya ditulis singkat: ramah, solutif, modern. Visualnya foto dengan cahaya natural, tone hangat. Baris aplikasi tidak diisi dalam contoh ini.
PDF, Contoh Visual, dan Revisi Berkala
Buku ini memberi tiga saran praktis saat menyusun dokumen ini. Simpan dalam format PDF supaya mudah dibagikan dan tidak berubah format ketika dibuka di perangkat berbeda. Sertakan contoh visual langsung, bukan cuma penjelasan tertulis, agar lebih mudah dipahami tim yang memakainya sehari-hari. Revisi dan update secara berkala kalau brand mengalami perkembangan — guideline bukan dokumen yang sekali dibuat lalu dikunci selamanya.
Setelah Guideline, Bab Ini Berlanjut ke Step 5
Step 4 ini adalah bagian dari BAB I — Fondasi Sebuah Brand, dalam buku Step Branding — Dari Nama hingga Laris Manis karya David Liusman, salah satu pendiri BOOX. Episode sebelumnya dalam seri ini membahas Step 3: merumuskan filosofi, visi, dan misi brand. Episode berikutnya membahas Step 5: mengurus HAKI, BPOM, dan perizinan lain.
Tabel ideal di Step 4 menyebut enam elemen. Contoh yang dipraktikkan buku ini sendiri, Mini Brand Guideline, cuma memuat lima — logo, warna, font, tone of voice, dan visual, tanpa baris aplikasi yang menjelaskan penerapan di kemasan, kartu nama, atau media sosial.
Polanya menunjukkan bahwa buku ini memberi ruang untuk memulai kecil. Usaha yang belum memproduksi materi cetak dalam jumlah besar, atau belum punya tim desain sendiri, kemungkinan lebih dulu membutuhkan lima elemen dasar itu dibanding baris aplikasi yang lebih relevan begitu brand sudah tampil di banyak titik sentuh sekaligus.
Yang tidak berubah dari ukuran dokumennya adalah fungsinya: guideline hanya berguna selama warna, font, dan gaya bicara yang tertulis di dalamnya benar-benar dipakai berulang, tidak cuma disimpan sebagai file yang dibuat sekali di awal.