BOOX Media
BOOX NOW Sedang Tren

Racikan Jus Jeruk dan Air Kelapa Diklaim Redakan Stres, Tapi Buktinya Belum Sekuat Viralnya

Cortisol cocktail ramai di media sosial sebagai minuman tiga bahan yang katanya membantu tubuh mengelola stres, padahal klaim itu belum semuanya didukung bukti.

IlustrasiDiagram retro bergaya risograph menampilkan kurva bergelombang di atas busur gradasi terang ke gelap yang merepresentasikan siklus siang dan malam, dengan palet navy, off-white, dan ochre gold.
Ilustrasi: kadar hormon stres naik-turun mengikuti ritme alami tubuh sepanjang hari, bukan sesuatu yang bisa diatur satu racikan minuman viral. Ilustrasi konseptual: BOOX Media, dibuat dengan bantuan AI

Cortisol cocktail belakangan ramai diperbincangkan sebagai minuman yang disebut membantu tubuh menghadapi rasa lelah dan menjaga keseimbangan hormon. Racikannya sederhana: jus jeruk, air kelapa, dan sedikit garam laut, dengan sejumlah variasi menambahkan magnesium.

Nama minuman ini diambil dari kortisol, hormon yang diproduksi kelenjar adrenal sebagai respons tubuh terhadap tekanan. Popularitasnya di media sosial membuat orang menganggap minuman ini sebagai cara praktis mengelola stres, tapi pertanyaannya adalah seberapa jauh bahan-bahan sederhana itu benar-benar bekerja seperti yang diklaim.

Tiga Bahan, Satu Klaim Adrenal

Pendukung cortisol cocktail meyakini vitamin C dari jus jeruk, kalium, dan natrium dalam minuman ini dapat membantu mendukung fungsi kelenjar adrenal, kelenjar yang memproduksi kortisol saat tubuh menghadapi tekanan. Kandungan elektrolitnya juga dipercaya membantu tubuh tetap terhidrasi. Klaim ini melangkah lebih jauh di sebagian unggahan, menyebut minuman tersebut berpotensi membantu menjaga tekanan darah dan mengurangi risiko kenaikan berat badan.

Bagian yang Belum Dikonfirmasi

Klaim soal tekanan darah dan berat badan tetap perlu disikapi secara kritis. Belum ada bukti kuat yang menunjukkan cortisol cocktail secara khusus mampu menghidupkan kembali kelenjar adrenal atau menurunkan kadar kortisol. Manfaat masing-masing bahan pada tubuh tidak otomatis membuktikan efektivitas kombinasi ketiganya sebagai minuman anti-stres, dan ramainya minuman ini di media sosial tidak bisa dijadikan ukuran khasiat.

Faktor yang Lebih Menentukan dari Segelas Minuman

Kadar kortisol berubah secara alami sepanjang hari, biasanya lebih tinggi di pagi hari dan menurun menjelang malam, sehingga naik turunnya tidak selalu menandakan gangguan kesehatan. Pola makan seimbang dengan asupan protein, biji-bijian utuh, dan lemak sehat membantu menjaga kestabilan gula darah, sementara serat dari buah dan sayuran mendukung kesehatan usus yang berkaitan dengan pengaturan suasana hati. Magnesium turut berperan dalam proses relaksasi, sementara kafein dan alkohol yang berlebihan dapat mengganggu kualitas tidur.

BOOX NOTE

Cortisol cocktail lebih tepat dilihat sebagai minuman berisi vitamin dan elektrolit, bukan solusi khusus pengendali kortisol. Pola makan, tidur, dan kebiasaan harian tetap jadi faktor yang lebih menentukan dibanding satu gelas racikan viral.

Sumber & transparansiBerdasarkan laporan Liputan6 Lifestyle ↗BOOX Media membangun ulang tulisan ini dari fakta yang tersedia; susunan, judul, dan catatan editorial ditulis oleh BOOX.