Rumus Harga Jual yang Dipakai Step Branding: HPP Dibagi Satu Minus Margin
Banyak pemilik usaha menentukan harga jual dari insting atau harga kompetitor. Step 8 dari seri Step Branding menawarkan satu rumus yang menghitungnya dari struktur biaya sendiri.

Seorang pemilik usaha sabun herbal menghitung biaya bahan baku, produksi, dan overhead untuk satu batang sabun 100 ml: Rp8.000 untuk bahan baku, Rp2.000 untuk produksi, Rp1.000 untuk overhead. Totalnya Rp11.000. Itu baru harga pokok produksi atau HPP — biaya yang sudah dikeluarkan sebelum produk itu laku terjual.
Pertanyaan berikutnya yang sering dijawab dengan tebakan: dijual berapa? Step 8 dari seri Step Branding, bab yang membahas perhitungan HPP, margin, dan harga jual dalam buku Step Branding — Dari Nama hingga Laris Manis karya David Liusman, salah satu pendiri BOOX, menjawabnya dengan satu rumus, bukan insting.
Rumusnya: Harga Jual = HPP / (1 - Persentase Margin yang Diinginkan). Untuk sabun herbal 100 ml dengan target margin 50%, hasilnya Rp11.000 dibagi 0,5, yaitu Rp22.000.
Tiga istilah yang sering dicampuradukkan
Buku ini memisahkan tiga hal yang kerap dianggap satu. HPP adalah total biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan satu produk — mulai dari bahan baku, tenaga kerja, hingga biaya overhead. Margin adalah selisih antara harga jual dan HPP, yang menjadi keuntungan kotor. Harga jual adalah harga akhir yang ditawarkan ke konsumen, sudah termasuk margin dan pertimbangan pasar. Urutannya penting karena margin dan harga jual baru bisa dihitung setelah HPP diketahui dengan pasti. Rumus dasar HPP menurut buku ini: (Biaya Bahan Baku + Biaya Produksi + Biaya Overhead) dibagi jumlah produk. Buku memberi contoh perhitungan dengan bahan baku Rp10.000, produksi Rp3.000, dan overhead Rp2.000 — totalnya Rp15.000, sehingga HPP per produk adalah Rp15.000.
Margin bukan angka yang sama untuk semua kategori
Buku ini mencantumkan kisaran margin yang umum dipakai per kategori usaha: F&B 30% sampai 60%, fashion 100% sampai 300%, kosmetik 50% sampai 150%. Angka ini bukan patokan wajib, melainkan gambaran kebiasaan di tiap kategori menurut buku tersebut. Menurut buku ini, margin ditentukan dengan mempertimbangkan tiga hal: biaya operasional, target pasar — apakah produk diposisikan sebagai premium, kelas menengah, atau low-end — dan kompetitor. Artinya, dua produk dengan HPP yang sama bisa punya harga jual yang jauh berbeda, tergantung ke segmen mana produk itu diarahkan.
Tabel yang memperlihatkan HPP berbeda menghasilkan harga jual berbeda
Buku ini melengkapi rumus dengan contoh tabel perhitungan untuk tiga produk. Sabun Herbal 100 ml punya HPP Rp11.000 dengan target margin 50%, menghasilkan harga jual Rp22.000. Sabun Herbal 250 ml punya HPP Rp16.000 dengan margin yang sama, menghasilkan harga jual Rp32.000. Body Lotion Lemon punya HPP Rp13.200 dengan target margin 60%, menghasilkan harga jual Rp33.000. Ketiganya memakai rumus yang sama — Harga Jual = Total HPP dibagi (1 - Target Margin) — tapi hasilnya berbeda karena komponen biaya bahan baku, produksi, dan overhead tiap produk tidak sama. Body Lotion Lemon, misalnya, punya HPP lebih rendah dari Sabun Herbal 250 ml tapi target margin yang lebih tinggi, sehingga harga jualnya mendekati harga sabun yang HPP-nya lebih besar.
Tiga hal yang bisa menghabiskan margin tanpa disadari
Buku ini mencantumkan tiga tips sebelum harga jual ditetapkan. Pertama, survei pasar untuk memastikan harga jual masih kompetitif dibanding produk sejenis. Kedua, menghitung ongkos kirim dan diskon ke dalam perhitungan, agar margin tidak habis terpakai untuk promo. Ketiga, menyediakan ruang margin untuk reseller atau distributor sebesar 20% sampai 30% bila usaha berencana berekspansi ke jaringan penjualan tidak langsung. Ketiga poin ini menyasar titik yang sama: margin yang sudah dihitung di atas kertas bisa tergerus di lapangan kalau ongkir, diskon, dan potongan reseller tidak diperhitungkan dari awal.
Rumus di Step 8 menuntut satu hal yang sering dilewatkan pemilik usaha kecil: mencatat biaya bahan baku, produksi, dan overhead secara terpisah dan akurat sebelum bicara soal harga jual. Tanpa catatan itu, rumus HPP dibagi (1 - margin) tidak bisa dipakai — bukan karena rumusnya rumit, tapi karena angka masukannya tidak tersedia.
Kisaran margin yang dicantumkan buku ini — F&B 30%-60%, fashion 100%-300%, kosmetik 50%-150% — juga layak dibaca sebagai titik awal diskusi, bukan target otomatis. Buku ini sendiri menyebut margin ditentukan oleh biaya operasional, target pasar, dan kompetitor masing-masing usaha, yang berarti angka di tengah kisaran itu tidak otomatis cocok untuk semua model bisnis dalam satu kategori.