Sejumlah Restoran Minta Pengunjung Titip Ponsel Sebelum Makan
Dari kantong terkunci sampai es krim gratis, beberapa restoran dan bar mulai memberi insentif bagi pengunjung yang mau menyimpan ponselnya saat makan.

Di Antagonist, bar koktail di Charlotte, North Carolina, pengunjung yang datang akan menerima kantong yang bisa dikunci untuk menyimpan ponsel mereka selama berada di dalam. General Manager Antagonist, Adam Horner, mengatakan aturan ini dibuat untuk mengembalikan interaksi antarmanusia yang menurutnya sudah banyak hilang karena teknologi.
Antagonist bukan satu-satunya. Dilansir dari Fox News pada 2 September 2026, sejumlah restoran dan bar lain di Amerika Serikat serta Eropa menerapkan kebijakan serupa dengan bentuk yang berbeda-beda — mulai dari larangan total, tulisan di pintu masuk, stiker penutup kamera, sampai tawaran makanan dan minuman gratis bagi yang menyerahkan ponselnya.
Belum ada data resmi berapa banyak restoran yang sudah menerapkan aturan ini atau sejak kapan tren ini mulai terlihat. Yang tersedia sejauh ini baru kumpulan contoh dari sejumlah tempat makan di dua benua, dan daftar ini kemungkinan akan terus bertambah.
Bentuknya Beda-beda, dari Larangan sampai Hadiah
The Saloon di Washington, D.C. memilih larangan langsung — bar tanpa televisi ini melarang penggunaan ponsel sama sekali. Eulalie, bistro di Manhattan, mencantumkan aturan bebas ponsel di pintu masuk. Pemilik Eulalie, Tina Vaughn, menyebut alasannya sederhana: orang-orang menginginkan alasan untuk berhenti menatap layar. "Mereka ingin ada seseorang yang mengatakan, 'Kamu boleh berhenti menggunakannya. Tidak apa-apa,'" ujarnya. The Edge Harlem di New York City mengambil jalan lain: tidak menyediakan Wi-Fi sama sekali, dengan tulisan di dalam resto berbunyi "Tidak ada Wi-Fi. Tidak ada layar. Berinteraksilah satu sama lain." Di Eropa, Spy Bar London menempelkan stiker pada lensa kamera ponsel pengunjung, sementara Al Condominio di Verona, Italia, menawarkan sebotol wine gratis bagi yang menyerahkan ponselnya sebelum makan. Chick-fil-A, rantai restoran cepat saji, juga ikut dengan cara yang lebih ringan lewat program bernama 'Cellphone Coops Challenge' di sejumlah gerainya. Pengunjung yang menyimpan ponsel di dalam kotak selama makan bisa mendapatkan es krim gratis.
Tidak Semua Orang di Industri Ini Setuju
Aturan ini juga menuai pro dan kontra di kalangan pelaku usaha sendiri. Mixologist asal Dallas, Sanwar Mal Khokhar, menilai penggunaan ponsel berlebihan bisa mengganggu ritme pelayanan — terutama untuk hidangan yang harus disajikan pada suhu tertentu atau butuh penjelasan dari staf. Tapi Khokhar tidak mendukung larangan total. Menurutnya, mengambil foto singkat minuman atau makanan tidak masalah, begitu juga mengecek pesan atau mencari informasi soal bahan makanan yang tidak dikenal. "Semua itu bagian dari kehidupan modern," katanya. Pendiri restoran Vantage, Rachael Barclay, melihat persoalan ini dari sudut berbeda. Ia menilai penggunaan ponsel berlebihan adalah persoalan sosial, bukan semata masalah yang bisa diselesaikan restoran lewat larangan. Menurutnya, pengalaman bersantap yang lebih menarik bisa jadi cara lain membuat pengunjung mengurangi pakai ponsel tanpa harus dilarang.
Detail nama restoran, kota, dan bentuk aturan di atas berasal dari laporan Fox News yang dikutip detikFood pada 2 Oktober 2026 — belum ada konfirmasi independen soal berapa banyak restoran lain yang menerapkan hal serupa di luar daftar ini. Kalau berencana ke salah satu tempat yang disebut, aturannya bisa saja berubah; sebaiknya tanyakan langsung ke resto sebelum datang.