BOOX Media
BOOX PULSE Suara Pendiri

Soar Lawan Soar: Nama Startup yang Diluncurkan Sehari Setelah Percakapan LinkedIn

Startup travel AI Stanley Virgint sudah berjalan sejak Desember 2024. Sehari setelah bertukar pesan LinkedIn dengan Henry Langmack, startup kedua bernama sama meluncur dengan logo mirip dan anggaran marketing jauh lebih besar.

Ilustrasi editorial kendaraan besar berbentuk angular dengan grafiti pink emblem pesawat kecil raksasa memenuhi jalan sempit malam hari, di sebelahnya tampak meja kerja kecil dengan sosok membelakangi kamera menatap laptop bercahaya amber menampilkan ikon pesawat kecil yang sama.
Nama dan logo yang sama, tapi skala kebisingannya jauh berbeda — satu pihak menggelontorkan marketing mencolok, satu lagi terus membangun produk dalam sunyi. Ilustrasi konseptual: BOOX Media, dibuat dengan bantuan AI

Pada 17 Mei 2026, Henry Langmack mengirim pesan singkat di LinkedIn untuk Stanley Virgint: semoga waktu di NYU menyenangkan. Ia lalu bertanya kapan Soar, startup travel AI milik Virgint, akan diluncurkan. "Aku ada di daftar tunggu (waitlist)," tulisnya. Sehari kemudian, Virgint membalas bahwa ia sedang sibuk mencari pendanaan dan tengah bertemu sejumlah investor. Ia bahkan mengirim nomor teleponnya sendiri.

Keesokan harinya, 19 Mei, Langmack meluncurkan startupnya sendiri, juga bernama Soar. Produknya juga soal AI untuk perjalanan, tepatnya pemesanan tiket pesawat. Logonya pun sama: pesawat kecil yang terbang miring ke kanan atas. Virgint membalas dengan pesan panjang di LinkedIn, menyebut startup baru itu tiruan. "Kami minta kamu mengganti nama," tulisnya. "Senang sekali kalau ini bisa selesai cepat."

"Itu mimpi buruk," kata Virgint, 26 tahun, soal masa-masa itu. "Ada orang yang dengan sengaja menghubungi saya, lalu meluncurkan nama yang sama dan menyeret saya ke dalam perang yang tidak saya inginkan — itu menyebalkan."

Kedua startup punya nama dan logo yang mirip, tapi mengejar hal yang berbeda. Virgint terus membangun produknya dan mencari dana. Langmack, bersama rekannya Alex Slater, mengejar visibilitas — dan caranya jauh lebih berisik.

Produk Beda, Nama dan Klaim yang Sama

Soar milik Virgint berdiri Desember 2024, lahir dari pengalamannya berpindah-pindah negara sejak kecil hingga pernah tinggal di China. Ia meyakinkan investor, termasuk mantan CEO Expedia Erik Blachford, untuk menyuntikkan dana awal $350.000. Produknya adalah asisten travel berbasis AI yang diajak bicara lewat teks. Langmack (19 tahun) sebelumnya ikut membantu menjual Cal AI ke MyFitnessPal, sementara Slater (21 tahun) mendirikan Quittr, aplikasi untuk membantu orang berhenti kecanduan pornografi. Keduanya menyebut sudah mengumpulkan pendanaan awal (seed round) $1 juta dengan valuasi $10 juta, meski menolak menyebut nama investornya karena alasan "rahasia". Produk mereka adalah sistem pemesanan tiket pesawat, dengan misi membuat proses booking secepat memesan Uber — ide yang menurut Langmack muncul dari perjalanan ke Amerika Selatan pada Februari. Soal siapa lebih dulu tahu soal siapa, keduanya berbeda cerita. Slater bilang pesan LinkedIn Mei itu cuma untuk mengecek apakah Soar milik Virgint "masih hidup", dan mereka percaya belum diluncurkan karena statusnya masih daftar tunggu dan belum ada di toko aplikasi Apple. Virgint membantah: status daftar tunggu itu cuma A/B testing di situsnya, dan aplikasinya sudah tersedia di TestFlight — platform uji coba aplikasi milik Apple — sejak Januari 2025.

Cybertruck, Lamborghini, dan Billboard yang Meniru Y Combinator

Sementara Virgint membangun produk, Langmack dan Slater membuat nama mereka viral. Mereka mengecat sebuah Cybertruck dengan logo perusahaan dan membungkus sebuah Lamborghini dengan logo yang sama plus tulisan "Dibeli dengan uang investor". Kedua kendaraan itu dikendarai berkeliling San Francisco. Ada juga truk billboard yang menjanjikan "diterima langsung" masuk ke akselerator startup Y Combinator. Orang yang memindai kode QR di truk itu justru mendapat kupon $50 untuk Soar. Y Combinator tidak tinggal diam — Carolynn Levy, direktur legal YC, mengirim email meminta mereka berhenti memakai logo huruf Y berwarna oranye milik YC. "Menaruh logo kami di iklan untuk sesuatu yang tidak ada hubungannya dengan kami bukan area abu-abu, dan melakukannya di truk yang berkeliling San Francisco membuatnya lebih buruk," tulis Levy. Suatu pagi di bulan Juli, Cybertruck dengan grafiti pink bertuliskan nama perusahaan itu diparkir sembarangan di jalan sempit Mill Valley. Seseorang mengeluh lewat saluran customer support Virgint, mengira truk itu miliknya. "Kami jelas tidak punya Cybertruck," balas Virgint. Langmack mengatakan truk itu diparkir di depan Airbnb mereka pada malam hari, dan hanya satu kali ada kendaraan lain yang kesulitan lewat.

Somasi Dikirim, Gugatan Tidak Pernah Diajukan

Setelah peluncuran Langmack, Virgint buru-buru mengajukan merek dagang dan mengirim surat somasi. Pengacaranya menyebut logo kedua startup "sangat mirip" dan menilai waktu peluncuran Langmack "mencurigakan". Langmack membalas bahwa surat itu "membuat banyak klaim yang tidak terbukti setelah kami periksa bersama pengacara kami". Dua pengacara merek dagang yang dimintai komentar, Doug Masters dan Josh Gerben, menilai sebagian dari kasus ini memang jelas: nama sama, pasar sama, berpotensi membingungkan konsumen. Bagian lain lebih rumit, soal skala pengguna dan siapa yang lebih dulu mengajukan merek dagangnya. "Ini bisa jadi soal ujian hukum yang bagus," kata Gerben. Keduanya sepakat startup kerap enggan menggugat soal merek dagang sedini ini karena keterbatasan dana untuk biaya pengacara. Sampai artikel sumbernya terbit, Virgint tidak pernah benar-benar mengajukan gugatan terhadap Langmack dan Slater.

Biaya yang Tidak Muncul di Laporan Keuangan

Kekeliruan nama ini mulai merambat ke urusan yang lebih nyata. Vendor penerbangan Virgint, Duffel, sempat salah menagih $30.000 ke akunnya lalu mencabutnya lagi. Saat ditanya alasannya, perwakilan Duffel menjawab, "kami punya perusahaan lain bernama Soar." Seorang angel investor yang tadinya menawarkan cek kecil untuk Virgint, kurang dari 10 jam kemudian mengirim tautan ke Soar milik Langmack dan Slater sambil bertanya, "beda perusahaan, kan?" Pesan yang masuk ke saluran customer support Virgint pun berubah arah — ada yang bertanya apakah semua ini penipuan, ada yang menulis setelah melihat iklan Soar yang satunya, mereka tidak akan pernah mempercayakan uangnya. Saat berkunjung ke San Francisco pada Agustus sambil memakai merchandise Soar, Virgint mendapati sebagian besar teman serumahnya justru mengira ia yang memimpin Soar satunya. "SF itu seperti X di dunia nyata, sayangnya," katanya. Slater, di sisi lain, yakin timnya sedang mengungguli belanja iklan Virgint. "Dia bakal benar-benar tertutup oleh kami dan pemasaran kami," katanya. "Dia bahkan tidak akan bisa menemukan aplikasinya sendiri di App Store." Virgint pun berhenti menyuruh orang mencari "Soar" di toko aplikasi Apple, dan mengarahkan mereka ke toko aplikasi agen AI sebagai gantinya.

Nama yang Akhirnya Diganti, tapi Perang Belum Usai

Selama berbulan-bulan kedua pihak saling lempar tuduhan. Virgint menyebut pesaingnya penipu yang ceroboh; Slater menyebut Virgint kekanak-kanakan. "Sejujurnya saya rasa dia cuma founder yang baru pertama kali membangun startup," kata Slater. "Dia akan belajar dalam beberapa tahun ke depan." Namun pada Kamis malam, beberapa jam sebelum artikel sumber soal rivalitas ini terbit, Langmack mengirim kabar baru: ia dan Slater memutuskan mengganti nama startup mereka. "Ini bikin semuanya jadi lebih ringan," kata Langmack lewat telepon. Ia belum mau membuka nama barunya, khawatir orang keburu mengambil akun media sosial dengan nama itu lebih dulu. Virgint menganggap ini kemenangan. "Menjadi Soar yang satunya cuma akan makin sulit buat mereka," tulisnya lewat pesan. Menurutnya, keputusan itu membuat hidup keduanya lebih mudah. Langmack punya pandangan berbeda soal siapa yang menang. "Bilang ke Stanley, dia mungkin merasa sudah memenangkan pertempuran, tapi dia jelas belum merasa memenangkan perangnya," katanya.

BOOX PERSPECTIVE

Untuk founder yang sedang membangun kategori yang masih sepi, cerita Soar punya pelajaran praktis yang lebih murah didengar sekarang daripada nanti: kunci nama, merek dagang, domain, dan akun media sosial sedini mungkin, sebelum kategorinya ramai dan orang lain bisa memakai nama yang sama dengan modal lebih besar. Materi ini tidak membahas siapa yang menang secara hukum, karena Virgint tidak pernah benar-benar mengajukan gugatan, dan dua pengacara yang dikutip hanya menilai kompleksitas kasusnya, bukan memutuskan pemenangnya.

Membaca kasus ini sebagai bukti bahwa belanja marketing selalu mengalahkan kualitas produk juga terlalu jauh. Yang bisa diambil hanyalah pembacaan atas satu kasus ini: Langmack dan Slater sempat unggul di visibilitas lewat Cybertruck dan Lamborghini bermerek, tapi nama merekalah yang akhirnya diganti. Soar milik Virgint, yang dibangun sejak Desember 2024 dengan modal awal $350.000, tetap memakai nama itu sampai artikel sumbernya terbit.

Sumber & transparansiBerdasarkan laporan Business Insider ↗Fakta merujuk pada sumber tersebut; kesimpulan editorial adalah analisis BOOX.