BOOX Media
BOOX PULSE Intelijen Pasar

TikTok Live Bukan Kampanye, Tapi Jam Tayang Baru E.l.f. Beauty

Conversion rate livestream shopping di TikTok Shop rata-rata 10% — jauh di atas 2-3% e-commerce biasa dan 1-4% video in-feed.

Ilustrasi 3D set studio kecil di depan pita bersegmen panjang yang berulang tanpa ujung, dengan satu balok merah pendek melayang terpisah.
Kampanye punya awal dan akhir; jam tayang hanya punya jadwal berikutnya. Ilustrasi konseptual: BOOX Media, dibuat dengan bantuan AI

Conversion rate livestream di TikTok Shop rata-rata 10%, menurut Social/Tale. Bandingkan dengan 2-3% di e-commerce biasa dan 1-4% di video in-feed TikTok.

Seminggu sebelum haircare line-nya masuk Target, retail partner resminya, E.l.f. menyiarkan empat jam Live dan mencatat day-one launch terbesar dalam sejarah brand.

E.l.f. menyiarkan sekitar 15 Live per bulan, masing-masing dua sampai enam jam. Ritme ini butuh tim, jadwal produksi, dan stok yang berbeda dari kampanye biasa.

Setiap siaran panjang dipandu influencer kecantikan Yonna Jay bersama cosmetic chemist Erica Douglas. Kredibilitas produk dijaga selama berjam-jam, bukan hanya di menit pertama.

Konsumen AS belanja US$15,8 miliar di TikTok Shop sepanjang 2025, dan US$11,8 miliar hanya dalam semester pertama 2026. QVC dan HSN kini siaran 24 jam di platform yang sama.

Kalau Live menjual lebih baik daripada feed atau website, ia berhenti jadi aktivasi awareness. Ia jadi kanal penjualan harian dengan target dan jadwal sendiri, sama seperti gerai fisik.

Brand yang menang di TikTok Shop bukan yang siaran paling ramai, tapi yang punya tim dan stok siap setiap kali jam tayang dimulai — seperti toko yang buka setiap hari.

Sumber & transparansiBerdasarkan laporan Fast Company ↗Fakta merujuk pada sumber tersebut; kesimpulan editorial adalah analisis BOOX.