BOOX Media
BOOX NOW Sedang Tren

Turis Malaysia Kumpul di Blok M, Lanjut ke Bandung Naik Whoosh

Kadin mencatat wisatawan Malaysia kini menjadikan Blok M titik kumpul kuliner dan belanja, lalu meneruskan perjalanan ke Bandung naik kereta cepat Whoosh — pola yang menyebar lewat media sosial, bukan kampanye pariwisata resmi.

IlustrasiIlustrasi diagram risograph: garis rute melengkung menghubungkan kelompok bentuk bangunan geometris dengan kelompok bentuk perbukitan geometris, dihiasi ikon tas belanja, sendok-garpu, dan ponsel dengan ikon hati melayang di atas rute, dengan jejak garis kecepatan di sepanjang jalur.
Ilustrasi: pola satu perjalanan dua kota yang menyebar lewat layar, bukan lewat kampanye pariwisata. Ilustrasi konseptual: BOOX Media, dibuat dengan bantuan AI

Dalam Kadin Monthly Diplomatic Economic Breakfast di Kementerian Pariwisata, Jumat (11/9/2026), Wakil Ketua Umum Koordinator Kadin Indonesia James Riady mengungkap pola baru kunjungan wisatawan Malaysia ke Jakarta. Mereka datang bukan lagi untuk urusan bisnis semata, melainkan untuk aktivitas perkotaan: belanja, mencicipi kuliner, dan menjelajah kawasan populer seperti Blok M.

Yang membedakan pola ini, menurut James, adalah kelanjutannya. Sebagian wisatawan tidak berhenti di Jakarta — mereka meneruskan perjalanan ke Bandung memakai kereta cepat Whoosh, menjadikan satu kunjungan sebagai rangkaian dua kota sekaligus.

Satu Tiket, Dua Kota

James menjelaskan bahwa wisatawan Malaysia kini menyusun perjalanan mereka sebagai kombinasi, bukan satu tujuan tunggal. Blok M dipakai untuk urusan kuliner dan belanja, sementara Whoosh menjadi penghubung menuju Bandung tanpa perlu mengatur ulang moda transportasi. Pola ini membuat satu kunjungan menghasilkan singgahan di dua kota, dan itu berarti waktu serta uang yang dibelanjakan wisatawan tersebar di lebih banyak titik dibanding kunjungan konvensional yang biasanya terpusat pada satu destinasi utama.

Bukan Kampanye, Tapi Konten

James menyebut tren ini tumbuh lewat TikTok dan Instagram, bukan lewat kampanye pariwisata tradisional. "Masyarakat menemukan sesuatu yang menarik, membagikannya, dan seketika ribuan orang ingin merasakan pengalaman yang sama," katanya. Menurutnya, fenomena semacam ini muncul dari aktivitas masyarakat dan pelaku usaha sendiri, dan justru karena itu ia menekankan pentingnya ekosistem pendukung di sektor ritel, kuliner, dan transportasi agar lonjakan kunjungan ini bisa memberi dampak yang lebih luas.

BOOX NOTE

Sinyalnya jelas buat tenant di Blok M: pengunjung baru ini datang tanpa didorong kampanye pariwisata mana pun, murni dari konten yang saling dibagikan wisatawan Malaysia sendiri. Whoosh yang tadinya dijual sebagai koneksi bisnis Jakarta-Bandung kini ikut terseret jadi bagian dari itinerary wisata urban.

Sumber & transparansiBerdasarkan laporan Liputan6 Bisnis ↗BOOX Media membangun ulang tulisan ini dari fakta yang tersedia; susunan, judul, dan catatan editorial ditulis oleh BOOX.