Wonderful Indonesia Gastronomy 2026 Dibuka di Solo, Berlanjut hingga Desember
Agenda kuliner nasional ini dimulai di Pura Mangkunegaran, Solo, pekan depan, lalu menyebar ke Yogyakarta, Jakarta, Bali, Semarang, dan Surabaya sampai akhir tahun.

Wonderful Indonesia Gastronomy (WIG) 2026 memasuki tahun kedua penyelenggaraannya, berlangsung 26 September sampai 4 Oktober 2026 dengan pusat acara di Solo dan Yogyakarta. Acara ini digelar Kementerian Pariwisata bersama Indonesia Gastronomy Network (IGN), mengusung tema "From Local Roots to Global Recognition".
Pembukaannya berlangsung di Pura Mangkunegaran, Solo, pada 26 September. Delapan belas perwakilan media internasional dan nasional serta tastemaker akan mengikuti rangkaian kunjungan ke Candi Borobudur dan Prambanan, Kampung Laweyan, Pasar Gede, dan Rumah Atsiri selama acara berlangsung.
Setelah pusat acara di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta selesai, program pendukung berlanjut di Jakarta, Bali, Semarang, Surabaya, dan kota-kota lain hingga Desember 2026.
Perjamuan Enam Tangan dan Dua Buku Panduan Baru
Malam pembukaan di Pura Mangkunegaran juga menghadirkan Six-Hands Dinner yang mempertemukan chef Degan Septoadji dan Wayan Ari Wibowo dengan chef asal Prancis Stéphane Carrade, pemegang dua bintang Michelin. Kolaborasi ini bagian dari kerja sama WIG 2026 dengan Rendez-Vous Rasa: France-Indonesia Gastronomy Week 2026 yang didukung Institut Français d'Indonésie. Dua publikasi turut diluncurkan selama acara: edisi kedua Indonesia Gourmet Guide yang memuat kurasi restoran di kota-kota peserta, dan Indonesia Local Eateries yang menyoroti warung, pasar, dan pusat kuliner tradisional. WIG Talks menghadirkan 22 pembicara dalam lima sesi seminar dan satu bedah buku, membahas masa depan gastronomi Indonesia. Di Grand Hotel De Djokja, Yogyakarta, Artisan Market berlangsung 2-4 Oktober dengan 21 tenant dari kawasan Joglosemar dan Jakarta menjajakan keju, madu, dan teh olahan lokal. Acara ini diperkirakan menarik hingga 1.300 pengunjung selama tiga hari.
Chef Collaboration, Festival Mal, dan Restaurant Months sampai Desember
Sepanjang Oktober, program Chef Collaboration mempertemukan chef dari berbagai hotel dan restoran untuk pengalaman bersantap edisi terbatas. Beberapa yang disebutkan: The Dharmawangsa Jakarta bersama Chef Emmanuel Julio dan Chef Ragil Imam Wibowo dengan konsep Blue Food, Fairmont Jakarta bersama Chef Petty Elliott, ROSO di The Meru Bali bersama Chef Degan Septoadji, dan Hotel Indonesia Kempinski Jakarta bersama Chef Jovan Koraag. Di Yogyakarta, ROSO di Grand Hotel De Djokja menghadirkan Chef Philip Walasary bersama Chef Agus Hermawan dari Ron Gastrobar Belanda dan Chef Glennaldy Adrian Erari dari SEMAJA. Skalanya melebar lebih jauh lewat Culinary Festival yang berjalan 7 Oktober-1 November di 32 pusat perbelanjaan pada 14 kota, bekerja sama dengan APPBI. Beriringan dengan itu, Indonesia Restaurant Months bertema "Beyond the Plate" berlangsung 7 Oktober-31 Desember, melibatkan 150 restoran kurasi di Jakarta, Bali, Semarang, Surabaya, Yogyakarta, dan Solo.
Target 16-17 Juta Wisatawan dan Penghargaan La Liste
WIG 2026 berjalan di tengah tren kunjungan wisatawan internasional yang menurut Kementerian Pariwisata mencatat 15,39 juta kunjungan sepanjang 2025, angka tertinggi dalam enam tahun terakhir. Dari Januari sampai Juli 2026, jumlahnya sudah mencapai 8,98 juta, dengan target pemerintah 16-17 juta kunjungan untuk keseluruhan tahun ini. Pada 2025, Indonesia menerima New Destination Champion Award 2026 dari La Liste, yang menurut penyelenggara mengakui potensi Indonesia sebagai destinasi gastronomi yang tengah berkembang. Vita Datau, Ketua Indonesia Gastronomy Network, menyebut gastronomi sebagai cara memahami asal-usul dan keberagaman daerah. "For us, gastronomy is about far more than what is served on the plate. It is a way of understanding where we come from, how our communities live, and what makes every region of Indonesia so distinctive," katanya.
Bagi pembaca di luar Solo dan Yogyakarta, bagian yang paling relevan justru ada di Oktober-Desember: Culinary Festival di 32 mal pada 14 kota dan Indonesia Restaurant Months dengan 150 restoran kurasi yang jangkauannya jauh lebih luas dibanding acara pembuka di Pura Mangkunegaran.