BOOX Media
BOOX PULSE Di Balik Bisnis

Amazon Menyiapkan Rencana Cadangan Tanpa USPS, Lalu Tetap Memakainya Meski Negosiasi Berhasil

Dokumen internal Amazon yang bocor memperlihatkan bagaimana rencana darurat bernama Project Aurelian tetap mengubah strategi pengiriman perusahaan, meski kontrak dengan USPS akhirnya diperpanjang.

IlustrasiIlustrasi 3D editorial dua jalur melengkung paralel di atas peta zona abstrak gelap: van Amazon di satu jalur dan truk USPS di jalur lain, keduanya menuju satu titik tujuan bercahaya amber.
Ilustrasi: dua jalur pengiriman, satu milik Amazon dan satu USPS, dirancang berjalan berdampingan menuju pelanggan yang sama — inti dari strategi dual coverage di balik Project Aurelian. Ilustrasi konseptual: BOOX Media, dibuat dengan bantuan AI berdasarkan referensi visual Amazon (logistics network, delivery van and packaging) dan USPS (US Postal Service)

Negosiasi kontrak antara Amazon dan US Postal Service (USPS, layanan pos pemerintah Amerika Serikat) memburuk pada akhir tahun lalu. Amazon menyebut USPS meninggalkan meja perundingan pada Desember, di "menit-menit terakhir", dan menciptakan "ketidakpastian signifikan" — begitu pernyataan resmi Amazon yang dikutip Business Insider.

Di tengah situasi itu, Amazon menjalankan proyek internal bernama Project Aurelian: rencana cadangan untuk menjawab satu pertanyaan sederhana, apa yang akan dilakukan Amazon jika tidak lagi punya USPS. Dokumen perencanaan itu ditinjau Business Insider bersama sejumlah orang yang mengetahui proyeknya.

Kesepakatan baru akhirnya tercapai pada April, dengan volume minimum 1,27 miliar paket Amazon per tahun — 19% lebih rendah dari minimum di kontrak sebelumnya, menurut dokumen yang sama. Tapi proses merancang rencana cadangan itu sudah mengubah arah strategi pengiriman Amazon untuk tahun-tahun berikutnya, bahkan setelah kesepakatan tercapai dan rencana daruratnya tidak pernah benar-benar dijalankan.

Target 39.400 ZIP Code pada 2029

Dokumen itu menyebutkan Amazon menargetkan jaringan pengirimannya sendiri menjangkau sekitar 39.400 ZIP code (kode area pos) di Amerika Serikat pada 2029 — sekitar 95% dari total ZIP code di negara itu, dan menurut dokumen cukup untuk menutup 99,9% permintaan pelanggan. Sebagai perbandingan, USPS menyebut ada sekitar 41.600 ZIP code secara nasional, meski angka itu termasuk ZIP code khusus untuk organisasi tertentu yang bukan wilayah pengiriman residensial biasa. Jaringan Amazon sendiri saat ini menjangkau 23.700 ZIP code. Dokumen memproyeksikan jumlah itu naik ke 26.500 pada 2027, lalu ke sekitar 39.400 pada 2029. Amazon menyebut tujuan akhirnya sebagai menjangkau "semua ZIP code yang bisa dijangkau".

Tiga Jalur Ekspansi: Stasiun, Hub Delivery, dan Menurunkan Ambang Batas

Rencana itu bertumpu pada tiga mekanisme. Pertama, Amazon berencana membuka 165 stasiun pengiriman inti antara 2027 dan 2029, termasuk 50 di area baru, menambah sekitar 3.300 ZIP code tempat Amazon bisa menawarkan pengiriman van khusus. Ini berjalan bersama Project Mercury, proyek membangun lebih dari 1.000 fasilitas fulfillment same-day untuk menempatkan inventaris populer dalam radius 10 mil dari sebagian besar pelanggan Prime, seperti yang sebelumnya dilaporkan Business Insider. Kedua, Hub Delivery — program yang membayar bisnis lokal, terutama di area rural, untuk mengantarkan paket Amazon. Dokumen Aurelian menyebut program ini sebagai opsi paling menarik dari sisi biaya dan pengalaman pelanggan di area yang tidak ekonomis untuk dibangunkan stasiun pengiriman khusus, dengan proyeksi menambah sekitar 4.500 ZIP code dengan belanja modal minimal. Ketiga, Amazon berencana menurunkan ambang jumlah paket minimum yang harus dihasilkan sebuah ZIP code sebelum perusahaan mau melayani pengiriman sendiri di sana — dari 50 paket per hari saat ini, menuju tanpa ambang batas sama sekali. Ini memungkinkan stasiun pengiriman yang sudah ada menambahkan ZIP code bervolume rendah di sekitarnya ke rute yang sudah berjalan, tanpa perlu membangun fasilitas baru.

Dual Coverage: Dua Jalur ke Setiap Pelanggan

Inti dari pendekatan baru ini disebut dokumen sebagai "dual coverage": setiap ZIP code yang bisa dijangkau dilayani baik oleh jaringan Amazon sendiri maupun minimal satu kurir pihak ketiga. Dengan begitu Amazon punya dua jalur untuk menjangkau pelanggan di area yang sama. Dokumen menyebut alasan di balik pendekatan ini sebagai "kerentanan struktural dari ketergantungan pada kurir eksternal" — temuan yang muncul selama negosiasi ulang kontrak USPS. Jika kurir luar mengubah volume atau persyaratan kontraknya secara tiba-tiba, area yang tidak punya alternatif pengiriman dari Amazon sendiri bisa langsung menghadapi masalah layanan tanpa, menurut istilah dokumen, "tombol mitigasi yang tersedia". Proyeksi internal Amazon memperkirakan jaringan pengirimannya sendiri akan menangani 88,7% paket AS pada 2029 — porsi yang menurut laporan Business Insider sebelumnya naik signifikan dari kondisi saat ini.

Biaya di Muka, dan Amazon Tidak Berhenti Menggunakan USPS

Redundansi ini tidak gratis. Rencana pengiriman last-mile Amazon di AS secara keseluruhan membutuhkan belanja modal terkait bangunan senilai 17,6 miliar dolar AS pada 2027 dan 2028 — 7 miliar dolar lebih tinggi dari proyeksi sebelumnya, dan angka itu mencakup proyek di luar ekspansi yang didorong Project Aurelian. Gudang baru dan kemitraan lokal dibangun sebelum manfaatnya terasa, dan manfaat itu baru benar-benar terlihat saat negosiasi berikutnya berlangsung. Meski membangun jaringan sendiri sejauh ini, Amazon tidak bersiap melepas USPS. Kontrak Amazon dengan USPS saat ini berakhir pada September 2029, menurut dokumen perencanaan, dan perusahaan mengasumsikan kemitraan ini akan diperpanjang karena "saling membutuhkan" di antara kedua pihak. Angkanya menjelaskan alasannya. Tanpa perpanjangan, Amazon memperkirakan jaringannya perlu menyerap tambahan 5,2 juta paket pada minggu puncak rata-rata, membangun puluhan lokasi pengiriman baru, dan mengeluarkan sekitar 323 juta dolar AS belanja modal tambahan, menurut dokumen yang sama.

BOOX PERSPECTIVE

Yang menarik dari dokumen ini bukan angka 39.400 ZIP code-nya, melainkan kapan rencana itu dibuat: saat kontrak dengan mitra utama sedang terancam gagal, bukan saat semuanya berjalan baik. Amazon membangun opsi keluar sebelum tahu opsi itu akan dipakai atau tidak, dan ternyata tidak dipakai — kesepakatan dengan USPS tetap tercapai pada April. Tapi proses menyiapkan rencana cadangan itu sendiri yang mengubah posisi tawar Amazon untuk kontrak berikutnya pada 2029.

Untuk pemilik brand yang mengirim produk lewat satu kurir dominan, pertanyaan yang relevan bukan "kurir mana yang paling murah" tapi "apa yang terjadi pada ongkos dan jadwal pengiriman kalau kurir itu menaikkan tarif atau mengubah ketentuan secara sepihak". Amazon punya modal untuk membangun jaringannya sendiri sebagai jalur kedua; sebagian besar brand tidak punya opsi itu, tapi logika yang sama — mengetahui titik rentan sebelum dipaksa mengetahuinya saat negosiasi memanas — tetap berlaku pada skala berapa pun.

Perlu dicatat, Amazon sendiri menyebut proyeksi dalam dokumen ini bersifat preliminary dan mencerminkan pandangan "limited group", serta bisa berubah. Angka 2029 dan 39.400 ZIP code itu rencana yang sedang dikerjakan, bukan komitmen yang pasti tercapai tepat seperti tertulis di dokumen.

Sumber & transparansiBerdasarkan laporan Business Insider ↗Fakta merujuk pada sumber tersebut; kesimpulan editorial adalah analisis BOOX.