AMC Cetak Akhir Pekan Terbaik Sepanjang 106 Tahun, Tapi Layarnya Tetap Kekurangan Penonton
Musim panas ini box office Amerika Utara mencetak US$4,76 miliar, rekor sejak 2013, tapi tiket terjual turun sepertiga dibanding 2019 — pemulihan uang datang lebih cepat daripada pemulihan penonton.

Pada 3 Agustus, AMC mengumumkan akhir pekan dengan pendapatan tertinggi dalam sejarah 106 tahun perusahaan itu. Lebih dari 10,2 juta orang mendatangi bioskop AMC dan anak perusahaannya, Odeon, dengan Spider-Man: Brand New Day dan The Odyssey memimpin box office.
Secara finansial, bioskop tampak jauh lebih sehat dibanding beberapa tahun terakhir. Musim panas ini mengumpulkan US$4,76 miliar di box office Amerika Utara, sedikit melewati rekor yang bertahan sejak 2013. Tapi angka itu menyembunyikan cerita lain: dalam 30 minggu pertama tahun ini, bioskop diperkirakan menjual 470,9 juta tiket, dibanding 747,3 juta pada periode yang sama tahun 2019, sebelum pandemi.
Selisih hampir 300 juta tiket itu ditutup oleh harga yang lebih mahal. Secara finansial, bioskop-bioskop besar sudah pulih. Yang belum terjawab adalah apa yang terjadi pada bisnis yang harus membayar sewa dan menggaji karyawan setiap hari, sementara penontonnya hanya datang deras dalam beberapa minggu tertentu sepanjang tahun.
Uang Kembali Lewat Tiket IMAX, Bukan Lewat Orang
Kenaikan pendapatan musim panas ini tidak datang dari lebih banyak orang yang membeli tiket. Ia datang dari tiket yang mereka beli menjadi lebih mahal, terutama untuk IMAX dan format layar premium lainnya. Bagi rantai bioskop seperti AMC, ini berarti pendapatan per kursi terisi naik, sementara jumlah kursi yang benar-benar terisi tidak ikut naik sebanding. Itu jenis pemulihan yang terlihat bagus di neraca, tapi tidak menjawab pertanyaan operasional yang lebih mendasar: siapa yang mengisi ratusan juta kursi kosong itu pada hari-hari biasa, jauh dari akhir pekan pembukaan film besar.
Gedung Tetap Berjalan Saat Layarnya Kosong
Antara satu blockbuster dan berikutnya, biaya bioskop tidak ikut turun. Jadwal karyawan tetap harus disusun, stok makanan dan minuman tetap harus dipesan, dan biaya menjalankan gedung — listrik, sewa, pemeliharaan — tetap berjalan tanpa peduli berapa banyak kursi yang terisi hari itu. Kapasitas berlebih yang disinggung Adam Aron, CEO AMC, bukan sekadar istilah teknis; ia adalah biaya nyata yang harus dibayar setiap hari, film besar atau tidak. Daniel Loria, senior vice president of content strategy, merangkumnya begini: "This isn't a business that can sustain itself off blockbusters alone."
AMC Membuat Pasokan Filmnya Sendiri
Dua puluh delapan hari setelah mengumumkan akhir pekan terbaik dalam sejarahnya, AMC mengumumkan bahwa perusahaan itu justru kekurangan film. AMC meluncurkan Leawood Films, distributor baru yang fokus pada film berskala kecil dan menengah — segmen yang selama ini sulit mendapat jalur ke layar bioskop besar. "Leawood Films is being created with a straightforward objective, given that substantial excess capacity exists in the movie theatre industry: to bring more movies to theatres," kata Aron dalam siaran pers. "Moviegoers consistently demonstrate their appetite for a wide variety of theatrical content, and we believe there are more outstanding films that deserve the opportunity to find audiences on the big screen." Rilis pertama Leawood Films baru diperkirakan muncul pada 2027 atau 2028.
Pola yang terjadi di AMC bukan unik untuk bioskop. Tiap bisnis yang menyewa ruang dan menggaji karyawan berdasarkan jam operasional, bukan berdasarkan berapa banyak pelanggan yang datang, punya masalah kapasitas yang sama: restoran yang penuh saat jam makan siang dan kosong pukul tiga sore, gym yang ramai pukul enam pagi dan sepi sepanjang siang. Menaikkan harga di momen sibuk — seperti yang dilakukan bioskop lewat tiket IMAX — menutup kekurangan pendapatan untuk sementara, tapi tidak mengurangi biaya yang tetap berjalan saat kapasitas kosong.
Langkah AMC masuk ke distribusi lewat Leawood Films menunjukkan jalan yang lebih jarang diambil: alih-alih menunggu pasokan konten datang dari luar, mereka menciptakan pasokannya sendiri untuk mengisi jadwal di antara blockbuster. Ini keputusan mahal dan lambat — rilis pertamanya baru diperkirakan 2027 atau 2028, bertahun-tahun setelah masalah kapasitas berlebih ini diakui secara terbuka lewat siaran pers Aron. Tapi itulah konsekuensi dari bisnis yang biaya tetapnya berjalan setiap hari sementara permintaannya datang bergelombang: kalau pasar tidak menyediakan cukup pasokan untuk mengisi kapasitas, satu-satunya pilihan yang tersisa adalah membuatnya sendiri.