Pasar HP Diproyeksikan Lambat di 2026, HP Lipat Diperkirakan Jadi Pengecualian
IDC memproyeksikan pengiriman HP konvensional turun 1,4% pada 2026, sementara HP lipat diperkirakan melonjak 29,7%. Di baliknya ada kelangkaan chip memori yang berpotensi mendorong harga elektronik naik hingga 20%.

International Data Corporation (IDC) memproyeksikan pengiriman HP konvensional akan turun 1,4% pada 2026. Pada periode yang sama, kategori HP lipat diperkirakan melonjak 29,7% — lonjakan yang jauh dari patokan pertumbuhan 6% pada proyeksi IDC sebelumnya, menurut Direktur Riset Senior IDC, Nabila Popal.
Dua angka itu lahir dari laporan IDC yang dipublikasikan 9 Desember 2025 dan dikutip ulang CNBC Indonesia pada 10 Oktober 2026. Keduanya masih proyeksi, bukan hasil penjualan aktual — IDC sendiri menyebut seluruh angka itu dapat berubah mengikuti kondisi industri dan pasar global.
Yang membuat selisih ini layak diperhatikan bukan cuma soal HP lipat sedang naik daun. Proyeksi ini keluar bersamaan dengan peringatan soal kelangkaan chip memori yang, menurut materi yang dikutip CNBC Indonesia, berpotensi mendorong biaya produksi perangkat elektronik secara luas — dari komputer sampai peralatan rumah tangga. Analis yang dikutip Financial Times bahkan memperkirakan harga ritel elektronik bisa naik hingga 20%.
Skenario Pesimistis IDC: Pasar Bisa Turun 5%
Dalam proyeksinya, IDC menyebutkan pasar HP global berisiko turun hingga 5% pada 2026 dalam skenario pesimistis. Kondisi ini diperkirakan terjadi bersamaan dengan naiknya harga jual rata-rata perangkat dan memanjangnya siklus penggantian HP — orang menunda ganti ponsel lebih lama dari biasanya. Urutannya penting untuk dipahami apa adanya: kenaikan biaya komponen terjadi lebih dulu, lalu harga ritel diperkirakan naik, dan baru kemudian konsumen diproyeksikan menunda pembelian. Materi yang dikutip CNBC Indonesia menyebut kenaikan harga tanpa peningkatan kualitas yang signifikan dapat membuat konsumen menahan diri — bukan karena ponsel lamanya rusak, tapi karena ponsel barunya tidak menawarkan alasan baru untuk diganti.
Kenapa HP Lipat Diperkirakan Tumbuh di Tengah Pasar yang Melambat?
Pertumbuhan 29,7% pada kategori HP lipat, menurut Nabila Popal, didorong oleh kehadiran iPhone lipat pertama yang telah lama dinantikan serta Samsung Galaxy Z TriFold yang membawa inovasi layar lipat tiga ke pasar. Ia menyebut HP lipat Huawei dengan sistem operasi HarmonyOS Next juga diproyeksikan tumbuh kuat, dengan pengapalan diprediksi hampir dua kali lipat di 2026 — namun menurutnya, perubahan besar untuk kategori ini baru akan terlihat di akhir 2026 ketika Apple resmi masuk ke sektor ini. Vice President untuk Perangkat Klien IDC, Francisco Jeronimo, menjelaskan kehadiran HP lipat Apple akan membuka babak baru bagi pasar smartphone lipat. Ia menyebut Apple cenderung berperan sebagai katalis adopsi kategori produk baru bagi pasar mainstream. Tapi Jeronimo juga menegaskan satu hal yang sering terlewat: dari sisi volume, HP lipat akan tetap menjadi segmen khusus. Yang membuatnya penting bagi vendor, menurutnya, adalah harga jual rata-ratanya yang diperkirakan tiga kali lebih tinggi dibanding HP standar.
Pertumbuhan Nilai, Bukan Otomatis Pertumbuhan Jumlah Pembeli
Dua angka IDC ini bisa dibaca dengan cara yang berbeda tergantung sudut mana yang dilihat. Kalau dibaca sebagai jumlah unit yang dikirim, pertumbuhan 29,7% versus penurunan 1,4% terlihat seperti perpindahan preferensi besar-besaran. Tapi Jeronimo sendiri menyebut HP lipat tetap niche dari sisi volume — pendorong nilainya ada di harga jual rata-rata yang tiga kali lebih mahal, bukan di jumlah unit yang laku. IDC memproyeksikan kategori HP lipat mencatat CAGR (tingkat pertumbuhan tahunan gabungan) 17% hingga 2029, jauh di atas proyeksi HP konvensional yang kurang dari 1%. Untuk sistem operasi, Android diperkirakan mendominasi pasar HP lipat 2026 dengan pangsa 61%, Apple 22%, dan HarmonyOS Next 17%. Sekali lagi, ini seluruhnya proyeksi IDC per Desember 2025 yang bisa berubah mengikuti perkembangan pasar.
Materi ini tidak menyebutkan berapa proporsi pembeli HP lipat yang sebelumnya memakai HP konvensional kelas menengah versus yang sudah berada di segmen flagship — jadi belum ada dasar untuk menyimpulkan apakah pertumbuhan 29,7% ini adopsi baru atau sekadar perpindahan pembeli papan atas yang sudah biasa mengganti ponsel tiap tahun. Yang bisa dipegang dari data IDC: harga jual rata-rata HP lipat tiga kali lipat HP standar, sementara volumenya tetap disebut niche oleh IDC sendiri. Kombinasi itu lebih cocok dibaca sebagai segmen premium yang sedang membesar, bukan sinyal bahwa form factor lipat sudah diterima pasar massal.
Bagian yang lebih relevan bagi pembaca urban justru proyeksi yang kurang ramai dibicarakan: skenario pesimistis IDC di mana pasar HP global bisa turun 5% karena siklus penggantian memanjang bersamaan dengan harga naik. Kalau skenario itu yang terjadi, pertanyaan yang lebih berguna bukan "kapan beli HP lipat", tapi berapa lama lagi ponsel yang sekarang dipakai masih cukup — dan itu belum ada jawabannya di data yang tersedia.