Volume Lelang Mobil Bekas AUKSI Turun 28,6%, Nilainya Cuma Turun 9,7%
AUKSI, bisnis lelang kendaraan milik MPMX, menjual lebih sedikit unit tahun ini. Tapi nilai transaksinya tidak ikut jatuh sedalam itu — dan selisihnya bercerita soal mobil diesel yang makin susah dilepas.

AUKSI, lini bisnis lelang kendaraan milik PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), mencatat penjualan 2.432 unit pada periode April–September 2026. Setahun sebelumnya, pada periode yang sama, angkanya 3.406 unit. Volume penjualan turun 28,6%.
Kalau dilihat dari nilai transaksinya, penurunan itu jauh lebih ringan: hanya 9,7%, menurut data yang dipublikasikan Kontan Insight pada 2 Oktober 2026.
Dua angka itu seharusnya bergerak searah. Kalau unit yang terjual berkurang 28,6%, nilai transaksi total wajarnya ikut terkoreksi di kisaran yang sama — kecuali ada sesuatu yang berubah di dalam komposisi barang yang dijual, bukan cuma jumlahnya.
Laporan yang sama menyebut penyebabnya: kenaikan harga bahan bakar solar mulai memengaruhi minat konsumen terhadap mobil bekas bermesin diesel.
Yang hilang bukan sembarang unit
Kalau 1.000 unit yang hilang dari lelang AUKSI ini kebanyakan mobil bermesin diesel berharga menengah ke bawah — tipe yang biasanya ikut membanjiri volume tapi menyumbang sedikit ke nilai total — maka turunnya volume jauh lebih dalam ketimbang nilai jadi bisa dijelaskan: yang berkurang bukan unit secara acak, melainkan satu kategori tertentu. Kontan Insight tidak merinci berapa persen unit diesel dari total yang terjual di dua periode itu, jadi angka pasti komposisinya belum bisa dipastikan dari materi yang tersedia. Tapi arah ceritanya konsisten: harga solar naik, dan laporan itu menyebutnya langsung memengaruhi minat pembeli pada mobil bekas bermesin diesel.
Kenapa harga solar sampai ke lantai lelang?
Pembeli mobil bekas tidak cuma membayar harga unitnya saat lelang selesai. Mereka juga menghitung berapa biaya yang akan mereka tanggung setelah mobil itu dibawa pulang — dan bahan bakar adalah biaya pemakaian terbesar yang berulang setiap bulan, bukan sekali bayar. Ketika harga solar naik, kalkulasi itu berubah tanpa ada yang mengubah fisik mobilnya sama sekali. Mesinnya sama, kilometernya sama, kondisinya sama. Yang berubah adalah berapa mahal biaya menjalankannya ke depan, dan itu langsung menggeser berapa banyak orang yang masih mau menawar untuk unit diesel dibanding beberapa bulan sebelumnya.
Nilai transaksi yang lebih tahan dari volume
Selisih antara -28,6% dan -9,7% menunjukkan bahwa unit-unit yang masih terjual cenderung bernilai lebih tinggi per unitnya dibanding rata-rata sebelumnya — atau setidaknya, harga rata-rata per unit yang terjual tidak jatuh secepat jumlah unitnya. Ini pembacaan atas angka yang dipublikasikan, bukan penjelasan yang disampaikan MPMX sendiri dalam laporan tersebut. Materi sumber tidak menyebut berapa harga rata-rata per unit di dua periode itu, jadi besaran pastinya belum bisa dihitung dari data yang ada. Yang bisa dipastikan hanya arahnya: volume jatuh jauh lebih dalam daripada nilai transaksi, dan itu pola yang tidak akan muncul kalau semua kategori unit terdampak sama rata.
Laporan ini belum menyebut dua hal yang sebenarnya menentukan seberapa besar cerita ini: berapa persen stok AUKSI yang bermesin diesel sejak awal, dan apakah pelemahan serupa juga terjadi di platform lelang kendaraan bekas lain. Tanpa pembanding itu, sulit memastikan apakah ini pergeseran spesifik di AUKSI atau gejala yang lebih luas di pasar lelang kendaraan bekas nasional.
Yang bisa dipegang dari data yang tersedia: di bisnis aset bekas, harga sebuah barang di pasar sekunder tidak hanya ditentukan oleh kondisi fisiknya. Biaya memakainya — dalam kasus ini, harga solar — ikut dihitung pembeli sebelum menawar, dan itu bisa menggeser nilai satu kategori aset tanpa ada yang berubah pada bentuk atau fungsi barangnya sendiri. Pemilik bisnis yang berurusan dengan aset bermesin bakar — rental kendaraan, logistik, atau showroom mobil bekas — berhadapan dengan risiko yang sama: nilai residual stok mereka bisa tergerus oleh kebijakan harga energi yang sepenuhnya di luar kendali mereka.