Walmart baru menerima Apple Pay dan Google Pay minggu ini. Bukan tahun ini. Minggu ini. Setelah bertahun-tahun menolak.
Mulai 24 Agustus, kasir Walmart dan Sam's Club di AS menerima kartu contactless, Apple Pay, Google Pay. SPBU menyusul pertengahan 2027.
Selama ini Walmart punya jawaban sendiri: Walmart Pay dan Scan and Go. Sistem proprietary yang mengunci data belanja di ekosistem sendiri.
Tahun lalu, momen ini viral: seorang YouTuber besar bingung kenapa kartunya tidak bisa di-tap di kasir Walmart. Detail kecil, tapi cerminan masalah besar.
Kompetitor ritel sudah lama adopsi tap-to-pay. Walmart bertahan sendirian. Selisih itu bukan soal teknologi — itu soal siapa yang menanggung friksinya: pelanggan.
Pelanggan tidak mau belajar sistem baru. Mereka mau pakai yang sudah ada di tangan: kartu, HP, jam tangan. Kebiasaan menang lawan preferensi brand.
Bertahun-tahun, pilihannya jelas: pertahankan kontrol data lewat aplikasi sendiri. Sekarang kontrol itu dilonggarkan demi mengurangi friksi di titik bayar.
Kalau brand kamu bangun dompet atau app sendiri: apakah itu memenangkan loyalitas pelanggan, atau cuma menunda kekalahan melawan kebiasaan pasar?