BOOX Media
BOOX NOW Sedang Tren

Warung Selasa: Restoran Satu Meja di Queens yang Hanya Buka Sehari dalam Seminggu

Di dalam toko kelontong Indo Java, Queens, ada warung Indonesia dengan satu meja lipat dan empat kursi yang cuma melayani makan siang tiap hari Selasa.

IlustrasiIlustrasi karikatur satu meja lipat dengan empat kursi plastik di lorong sempit toko kelontong, seseorang makan di atas daun pisang sambil orang lain lewat membawa keranjang belanja di antara rak-rak produk.
Ilustrasi: Warung Selasa hanya punya satu meja di sudut toko kelontong Indo Java — dan justru itu yang membuatnya dikenal. Ilustrasi konseptual: BOOX Media, dibuat dengan bantuan AI berdasarkan referensi visual Warung Selasa di dalam toko kelontong Indo Java, Queens, New York

Warung Selasa berdiri di ujung lorong sempit toko kelontong Indo Java, di kawasan Queens, New York. Ruang makannya cuma satu meja lipat dengan empat kursi plastik, diapit rak-rak yang menjual mi instan, sambal botolan, dan kebutuhan diaspora Indonesia lainnya.

Tempat ini dirintis Anastasia Dewi Tjahjadi, salah satu pemilik Indo Java, pada musim semi 2016 — setelah restoran lokal milik toko itu, Java Village, tutup. Dewi memutuskan lanjut memasak masakan rumahan Indonesia seminggu sekali di bagian belakang tokonya, dan nama warungnya sesederhana jadwalnya: buka setiap Selasa.

Tidak Ada Menu Tetap, Cuma Satu Hidangan Setiap Minggu

Warung Selasa tidak punya buku menu. Dewi menyiapkan satu hidangan berbeda tiap pekan, ditentukan dari bahan belanja mingguannya sendiri. Karena porsinya terbatas, calon pengunjung biasanya mengecek dulu akun Instagram Warung Selasa di akhir pekan sebelum datang, lalu memesan lebih awal supaya tidak kehabisan. Menu yang pernah disajikan cukup beragam: sate lilit khas Bali, rendang Minang, pempek, nasi campur dengan sayur asem, nasi gudeg Yogyakarta, soto ayam Madura, nasi pecel, sampai bebek goreng sambal hijau. Semuanya disajikan di atas alas daun pisang, kadang dilengkapi rempeyek kacang, bakso, kerupuk udang, dan sambal ulek segar. Harga per porsi berada di kisaran USD 15, setara sekitar Rp268 ribu.

Dewi Belajar Masak dari Ibunya di Indonesia

Bumbu dasar semua masakan diracik sendiri oleh Dewi, dari keterampilan yang ia pelajari langsung dari ibunya di Indonesia. Ia juga terbiasa keluar dari balik meja saat menyajikan makanan. "Kalau biasanya chef di restoran bersembunyi di dapur, saya suka berbicara dengan pelanggan kami saat menyajikan makanan. Jadi kita bisa berbagi cerita," katanya, seperti dikutip Great Big Story. Dewi juga menceritakan alasan awal ia dan mitranya membuka Indo Java: sulitnya orang Indonesia di New York menemukan bahan masakan dari kampung halaman. "Sebelum ada toko Indonesia, banyak orang Indonesia yang sulit menemukan bahan dari Indonesia untuk mengobati rindu. Di sini orang Indonesia akan berbelanja dan berbincang dengan bahasa Indonesia. Itulah impian kita dan kini semuanya terwujud," ujarnya.

Masuk Daftar Restoran Pilihan The New York Times

Meski hanya menempati sudut toko kelontong, Warung Selasa pernah masuk daftar restoran pilihan The New York Times, dibahas dalam artikel soal tempat makan menarik di lokasi yang tak terduga. Popularitasnya juga terus naik lewat food vlogger dan konten kreator dari berbagai negara yang penasaran mencoba makan di satu meja lipat itu. Suasana yang sempit — pelanggan kadang harus bergeser saat pengunjung toko lewat mengambil belanjaan — bukan kekurangan yang ditutupi, melainkan bagian dari cerita yang dijual Warung Selasa sejak awal.

BOOX NOTE

Menu Warung Selasa hanya diumumkan lewat Instagram menjelang akhir pekan, jadi kepastian hidangan yang tersedia baru bisa diketahui beberapa hari sebelum hari bukanya. Harga USD 15 per porsi itu angka yang dikutip Detik Food per 21 September 2026, bukan harga tetap yang dijamin berlaku di setiap kunjungan.

Sumber & transparansiBerdasarkan laporan Detik Food ↗BOOX Media membangun ulang tulisan ini dari fakta yang tersedia; susunan, judul, dan catatan editorial ditulis oleh BOOX.